Jumat , 14 Agustus 2015, 12:40 WIB

Dongkrak Industri Kulit Buaya, Northern Territory Manfaatkan Telurnya

Red: Ani Nursalikah
abc
Saat ini tercatat ada sekita 8 -9 peternakan buaya di Northern Territory (NT), Australia jumlah ini ingin ditingkatkan dua kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.
Saat ini tercatat ada sekita 8 -9 peternakan buaya di Northern Territory (NT), Australia jumlah ini ingin ditingkatkan dua kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, NOTHERN TERRITORY -- Pemerintah Northern Territory (NT) bertekad mendongkrak pendapatan mereka dari industri peternakan buaya hingga 50 juta dolar AS dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Menteri Bisnis NT Peter Styles mengatakan dirinya berencana memberikan insentif bagi komunitas Aborijin untuk bergabung dengan industri yang memproduksi kulit dan daging buaya berkualitas tinggi dari buaya lokal.
 
"Buaya air asin telah terbukti menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan potensi ekonomi yang sangat tinggi dalam hal pendapatan ekspor, tenaga kerja, pembangunan ekonomi maupun inovasi teknologi,” kata Styles.
 
Strategi baru Pemerintah NT ini mengusulkan dinaikkannya sebesar 40 persen pengadaan telur buaya liar agar nantinya setiap tahun dapat diambil hingga 100 ribu ekor buaya. Kepala Asosiasi Peternak Buaya, Mick Burns mengatakan target meningkatkan produksi industri kulit dan daging buaya sebesar dua kali lipat sangat mungkin dicapai.
 
"Saya dengar ada delapan atau sembilan peternakan buaya di NT pada saat ini, dan saya tidak akan terkejut jika dalam waktu 10 tahun mendatang aka nada 16 atau 17 peternakan di kawasan ini,” kata Burns.
 
Menurutnya, kunci untuk mencapai target ini adalah meningkatkan nilai produk, tidak hanya jumlah peternakan.
 
Direktur peternakan buaya Crocodylus Park, Grahame Webb mengatakan jumlah buaya yang ada di alam liar saat ini cukup banyak untuk mensuplay kebutuhan komersil apalagi jika dibarengi dengan upaya konservasi. Menurutnya pada tahun 1970-an ketika populasi buaya menurun tajam akibat perburuan besar-besaran, konservasi merupakan masalah besar dan industri hanya bagian kecil saja.
 
"Sekarang, industri ini sudah cukup besar dan masalah konservasi sudah hampir pulih. Kita harus berhati-hati karena kita tidak menggunakan mekanisme yang mahal yang tidak akan menguntungkan konservasi,” kata Profesor Webb.
 
Menurutnya memanen telur dari alam liar hanya akan memberi dampak kecil bagi populasi buaya.
 
"Jika telur buaya ditinggalkan disana, maka telur itu akan menetas, kemampuan mereka untuk bertahan hidup sangat menentukan jumlah telur buaya yang baru menetas yang akan berhasil mencapai dan hidup di sungai. Jika kita hanya sedikit yang memiliki daya bertahan hidup, maka akan sedikit yang akan bertahan hidup, jadi akan saling menyesuaikan,” katanya.
 

 

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-08-13/dongkrak-industri-kulit-buaya-pemerintah-nt-manfaatkan-telur-buaya-di-alam-liar/1481376