-
In Picture: Reresik Wage, Sehari Malioboro Tanpa PKL (2)
Selasa , 26 September 2017, 23:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MALIOBORO -- Bahkan, Gusyen yang menginap tidak jauh dari Malioboro ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta. Sejak pukul 06.00 WIB, Gusyen ikut serta membersihkan sampah-sampah yang berserakan, menggunakan sapu dan pengki yang disediakan.


Senada, Putri dari Riau menuturkan, kegiatan ini memang bagus karena demi kepentingan bersama. Terlebih, Malioboro merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta, sehingga kalau Malioboro bersih tentu akan mencerminkan wajah Kota Yogyakarta yang bersih. "Kita dukung, mudah-mudahan bisa bersih tiap hari," ujar Putri.

Namun, suasana Malioboro yang kosong dari pedagang kaki lima membuat sebagian wisatawan juga bingung. Pasalnya, sebagian wisatawan mengetahui kalau Malioboro merupakan tempat membeli oleh-oleh. Namun hari ini ternyata tidak ada pedagang kaki lima.

Astri, salah satunya, mengaku sempat bingung melihat Malioboro yang ternyata tidak ada pedagang kaki lima sama sekali. Namun, ia mengaku tidak khawatir karena toko-toko resmi yang ada sekitaran Malioboro memang tetap buka, dan bisa tetap berbelanja oleh-oleh khas Yogyakarta.


Malioboro memang dijadwalkan terbebas dari pedagang kaki lima dan penjaja jasa becak, pada Selasa (26/9) Wage, mulai 00.00 hinga 24.00. Ini merupakan rangkaian peringatan HUT Kota Yogyakarta ke 261, dan salah satunya diisi dengan kegiatan bersih-bersih Malioboro. 

Redaktur : Yogi Ardhi Cahyadi
Reporter : Wahyu Suryana, Nico Kurnia Jati