-
In Picture: Lintas Ekonomi dan Bisnis
Selasa , 19 September 2017, 23:59 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) akan menetapkan ketentuan batas maksimal biaya isi ulang (top up) uang elektronik berbasis chip (kartu). Dalam ketentuan tersebut, bank dapat memilih untuk menggratiskan atau mengenakan biaya isi ulang dengan batas tertentu (capping). Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi BI (PPTBI) Aribowo menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menertibkan biaya isi ulang yang bervariasi dari gratis hingga beberapa ribu rupiah.

 

Sementara itu  Perhimpunan Bank Negara (Himbara) menginginkan biaya isi ulang atau top up uang elektronik dibebaskan. Meski begitu, Himbara akan tetap mengikuti ketentuan yang diatur BI nantinya. Berikut berita foto lintas ekonomi dan bisnis selengkapnya.

 

Redaktur : Yogi Ardhi Cahyadi
Reporter : Republika, Antara Foto
FOTO TERKAIT: