Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

In Picture: Lintas Ekonomi dan Bisnis

Kamis 07 September 2017 23:50 WIB

Rep: Republika, Antara Foto/ Red: Yogi Ardhi Cahyadi

Petani memanen tebu untuk kemudian disetor ke pabrik gula di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (7/9). Petani tebu setempat mengeluhkan rendahnya harga acuan gula tani atau harga pembelian pemerintah (HPP) pabrik gula sebesar sekitar Rp9.700 per kilogram yang dinilai masih di bawah biaya pokok produksi yang berkisar antara Rp10.700 per kilogramnya.

Foto: Harviyan Perdana Putra/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan e-commerce online- to-offline (O2O) PT Kioson Komersial Indonesia, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau setara 23,07 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.


Dengan begitu, Kioson akan menjadi perusahaan rintisan (startup) pertama yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia. Perseroan pun sudah menggelar due diligence meeting dan public expose. Pada IPO ini, Kioson juga telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

 

Sementara itu di Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar Arcandra Tahar menyalurkan 1.500 unit konverter kit kepada nelayan di Sumatra Barat. Langkah ini untuk membantu nelayan yang selama ini masing memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bisa beralih kepada bahan bakar gas (BBG) jenis elpiji 3 kilogram (kg). Jumlah konverter kit yang disalurkan secara bertahap ditargetkan bisa menyentuh 4.986 nelayan di Sumatra Barat pada 2019 mendatang. 

Sumber : Republika, Antara Foto

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA