Rabu , 22 Januari 2014, 10:03 WIB

Trik Laris Jualan Hijab Lewat Bisnis Online

Rep: Desy Susilawati/ Red: Endah Hapsari
collegefashion.net
Aneka pashmina
Aneka pashmina

REPUBLIKA.CO.ID, Nunik Utami Ambarsari pada 22 November 2013 menjajal usaha baru di bisnis online. Perempuan yang dikenal sebagai penulis ini mendapatkan ide tersebut saat sedang jenuh akan aktivitasnya. Kala itu, ia sangat ingin memiliki kegiatan baru untuk penyegaran, tapi bukan yang menghambur-hamburkan uang. “Akhirnya, terpikir untuk berjualan kerudung,” ungkap Nunik.

Begitu ada ide, Nunik langsung bergerak. Setelah survei kecil-kecilan, ia memilih berjualan pashmina. Ia lalu menawarkan Savana Hijab menyusul semakin banyaknya Muslimah yang membutuhkan kerudung. Di samping itu, ia ingin sekalian berdakwah kecil-kecilan. “Alhamdulillah, semenjak jual kerudung, ada beberapa pelanggan yang akhirnya mantap berhijab,” ungkapnya.

Produk yang Nunik jual merupakan hasil karyanya. Pashmina buatannya hanya tersedia dengan stok terbatas. Setiap motifnya maksimal hanya dibuat enam helai, bahkan ada yang hanya dua helai. Ini supaya tidak pasaran. “Harga yang ditawarkan sangat bersahabat, yaitu sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per helai.”

Nunik menyasar perempuan-perempuan pemakai jilbab dan para pekerja kantoran yang senang mengenakan shawl. Tapi, pada praktiknya banyak juga perempuan non-Muslim yang membeli. Bahkan, ada yang menggunakannya sebagai cover piano di rumahnya. Belakangan, banyak yang minta kerudung segi empat. Akhirnya, ia pun menyediakannya.

Saat ini, Nunik menawarkan Savana Hijab melalui akun Facebook Nunik Utami Ambarsari dan melalui Blackberry Messenger (BBM). Ia tengah mematangkan rencana membuat website khusus untuk berdagang. Berjualan online, menurut Nunik, teramat praktis. Ia tak perlu membangun toko dan menjaga tokonya. Ia bisa berjualan dari mana saja. “Sekali mengunggah pashmina ataupun kerudung segi empat motif baru, dalam satu hari terjual sekitar 80 buah.”

Nunik gembira dengan pencapaian barunya. Ternyata, ia bisa berjualan. Padahal, ia merasa tidak memiliki bakat berdagang sama sekali. Meskipun baru sebulan berdagang, pashmina dan kerudung segi empat Savana Hijab sudah 460 buah terjual ke Jabodetabek, Medan, Palembang, Ma kassar, Bontang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya. “Omzetnya mendekati Rp 20 juta,” ujar perempuan kelahiran Yogyakarta, 10 Mei 1979.

Di Jabodetabek, Savana Hijab sudah memiliki beberapa reseller. Beberapa teman Nunik yang punya butik juga menggandengnya untuk mulai memasok kerudung, salah satu nya butik Tsalatsa Moz’s. “Insya Allah, Januari ini akan mulai ekspor ke Malaysia,” kata Nunik.

Saat antusiasme pasar begitu besar terhadap produknya, Nunik dihadapkan pada kendala, bahan baku tidak selalu dapat yang bagus. Terkadang, ada benang yang tertarik, cetakan motif yang tidak rapi, atau ada cacat lain pada bahan. Saat ber belanja bahan, agak sulit untuk memantau kualitas bahannya. Selain itu, ia juga kesulitan saat menerangkan jenis bahan ke pelanggannya. “Di samping itu, karena hanya melihat foto produk, peminatnya tidak bisa merasakan sensasi memegang bahan seperti yang dapat dilakukan pada pasar konvensional,” tutur Nunik.