Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Yuk, Mulai Berpikir Positif, Ini Caranya

Jumat, 15 Maret 2013, 11:11 WIB
Komentar : 0
harveymackay.com
Berpikir positif

REPUBLIKA.CO.ID, Berpikir positif lebih bermanfaat ketimbang memelihara pikiran negatif terus-menerus. Namun, ternyata berpikir positif pun tak mudah namun bukan berarti pula mustahil. Begini kiatnya:

 

Semangat berubah 

Ketika terjebak dengan pola pikir negatif, segera perbesar keinginan untuk ber ubah. Terbukalah pada cara pandang lain. Orang lain tak bisa mengubah cara pikir Anda. Hanya dorongan internal yang bisa membuat pikiran berubah. Beranikan diri menghadapi kenyataan. Rasa takut dan negativisme bisa disingkirkan dengan jujur terhadap diri sendiri. Telusuri pikiran buruk apa yang kita ciptakan untuk menghambat langkah dan koreksi cara pandang tersebut. 

 

Terima kenyataan 

Bahagia itu pilihan. Banyak orang gagal merasakannya karena hatinya mudah terselimuti oleh rasa kesal akibat ketidaksesuaian kenyataan dengan harapan. Seperti dikutip dari huffingtonpost.com, life coach, Dawn Gluskin, mengatakan tak semua kondisi dalam kehidupan bisa kita kendalikan jalan ceritanya. Terima saja kenyataan tersebut dan bebaskan diri dari rasa gundah berkepanjangan. Simpan energi untuk hal-hal yang memang bisa kita kontrol. Coba lihat apa yang terjadi setelah pola pikir negatif tersingkirkan, hidup pasti lebih menyenangkan. 

 

Bersyukur 

Bayangkan betapa banyak nikmat yang telah diberikan-Nya. Nikmat sehat, hari cerah, dan kebutuhan dasar yang terpenuhi juga harus disyukuri. Har gailah segala yang kita miliki. Sebagai bentuk rasa syu kur, cobalah membantu sesama. Bisa membantu seseorang yang kesulitan adalah sebuah pencapaian spesial. Ketika membantu, sebetulnya kitalah yang tertolong. Kita bisa meng ubah cara pandang terhadap kehidupan. 

Reporter : Reiny Dwinanda
Redaktur : Endah Hapsari
1.244 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...