Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Waspadalah, Ini Makanan yang Sering Picu Keracunan

Senin, 25 Februari 2013, 14:46 WIB
Komentar : 0
longpassages.org
Seafood/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Namun sebaiknya Anda memilih makanan yang sehat untuk Anda. Di bawah ini ada beberapa makanan yang sering menyebabkan keracunan di masyarakat di antaranya:

 

1.Udang dan Ikan laut 

Umumnya keracunan karena makanan ini bukan merupakan keracunan makanan dalam arti yang sebenarnya tetapi lebih sering diakibatkan oleh alergi terhadap protein. Gejala keracunannya adalah pusing, mual, muntah. Badan terasa panas dan gatal. Timbul bercak kemerahan pada kulit dan gatal. Pada alergi berat terjadi palpitasi (berdebar) dan menurunnya kesadaran yang disebabkan pelebaran pembuluh darah.

Pengobatan untuk alergi yang ringan beri antihistamin atau kortikosteroid, juga beri susu dan arang aktif. Sedang pada alergi yang berat segera bawa ke dokter karena kemungkinan tercekik pernapasan dan penurunan tekanan darah dapat bersifat fatal (menimbulkan kematian).

 

2. Singkong 

Keracunan singkong biasanya disebabkan oleh singkong yang mengandung sianida. Dengan merendam singkong dalam air, sianida biasanya akan membentuk asam sianida yang akan menguap/menghilangkan sianida di dalam singkong tersebut. Gejala keracunannya adalah mual, muntah, dan pernapasan cepat. Kesadaran menurun sampai koma. Ujung jari dan kuku terlihat kebiruan. Kulit berwarna pucat dan banyak keringat.

Pertolongan yang perlu dilakukan adalah meletakkan korban dalam posisi miring, bersihkan rongga mulut, dan kerongkongan. Dalam keracunan ringan beri susu dan arang aktif. Ini berguna untuk mencegah penyerapan racun lebih lanjut. Bila keracunan berat sebaiknya bawa ke rumah sakit. 

 

3. Pestisida 

Pestida banyak digunakan di rumah tangga jenis insektisida. Jenis insektisida rumah tangga yang sering digunakan seperti organofosfat sering dipergunakan secara salah (karena iklan yang berlebihan) dengan menyemprot di atas makanan. Sering juga karena tercampur pada makanan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Gejala keracunannya adalah muntah, diare dan hipersalivasi (ludah yang banyak). Nafas tercekik, banyak keluar keringat, kejang-kejang, dan dapat terjadi kelumpuhan. Pertolongan yang perlu dilakukan adalah dengan membersihkan napas korban dengan membaringkannya dalam posisi miring. Jika keracunan berat bawa ke rumah sakit.

 

4. Makanan Basi 

Keracunan ringan karena makanan basi umumnya berupa nyeri perut, diare, kadang-kadang disertai demam. Mual, muntah dan pusing. Pada keracunan berat dapat disertai hilangnya kesadaran. Pertolongan yang perlu dilakukan adalah membiarkan korban muntah. Cara ini akan mengurangi penyerapan racun. Baringkan penderita pada posisi miring. Beri arang aktif untuk mencegah penyerapan lebih lanjut.

 

5. Jengkol 

Jengkol adalah makanan yang cukup disukai di daerah Jawa. Buahnya yang tua mengandung asam jengkolat yang dapat menimbulkan keracunan. Penderita keracunan menunjukan gejala seperti nyeri di perut bagian bawah, keringat dingin. Sukar buang air kecil dan urin berdarah, bila berat, produksi urin sama sekali terhenti.

Pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah dengan memberi penderita air soda untuk diminum atau tablet bikarbonas yang akan melarutkan kristal asam jengkolat. Untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri dapat diberikan analgesik-antikolinergik. Juga dianjurkan minum air yang banyak. 

 

6. Borak dan Formalin 

Borak dan formalin adalah zat yang toksin (beracun), tak boleh dicampur dengan makanan. Namun banyak yang menggunakannya untuk makanan. Gejalanya akibat kedua zat ini tak terlihat secara langsung melainkan menahun. 

 

7. Bahan Pewarna 

Penggunaan zat pewarna secara resmi ada takarannya. Sayangnya zat warna yang dipakai di masyarakat justru diambil dari pewarna industri (cat), misalnya zat warna bahan (kain) hingga dapat menimbulkan keracunan. 

Redaktur : Endah Hapsari
1.014 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...