REPUBLIKA.CO.ID, Sekolah dwibahasa sudah jadi pilihan Anda? Jika, ya, dan Anda memang berharap anak sukses di sekolah dwibahasa, pastikan ia menguasai bahasa ibu dengan baik.
Sebab, kalau mengerti konsepnya dalam bahasa Indonesia, anak tak perlu susah payah membangun kerangka berpikir dengan bahasa asing. ''Anak tinggal mencari padanan katanya saja dalam bahasa asing,'' papar Yvonne Freeman dari The University of Texas, Brownsville, Amerika Serikat.
Bahasa pergaulan cenderung lebih mudah dikuasai. Dalam dua tahun, anak sudah bisa berkomunikasi dengan lancar. `'Tetapi, kemahiran (proficiency) itu tidak mencerminkan penguasaan terhadap bahasa akademik,'' ujar Yvonne yang bersama David Freeman mendapatkan kesimpulan tersebut dari pengalamannya selama 30 tahun meneliti sekolah dwibahasa.
Bahasa akademik membutuhkan waktu ekstra untuk dapat dipahami dengan baik. Tak ada gunanya memaksakan anak berbahasa Inggris setiap saat. Riset memperlihatkan diperlukan sekitar empat sampai sembilan tahun bagi anak untuk dapat memahami bahasa akademik. Yang ia perlukan hanyalah waktu. ''Jadi, jangan kirim anak Indonesia usia empat tahun ke sekolah berbahasa Inggris,'' celetuk Yvonne setengah bercanda.
Saat anak menguasai dua bahasa, ia akan memiliki keunggulan khusus. Anak dapat melihat suatu persoalan tidak cuma dari satu sudut pandang. Anak yang bilingual biasanya lebih fleksibel secara kognitif saat memecahkan masalah. ''Dia punya lebih banyak alternatif pemecahan masalah,'' tandas Yvonne.
Bagaimana orangtua bisa terlibat untuk membantu penguasaan bahasa asing sang buah hati? Begini caranya: