Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ingin Anak Jago Bahasa Asing, Ini Triknya

Kamis, 14 Maret 2013, 13:09 WIB
Komentar : 0
essaywriter.co.uk
Sekolah dwibahasa/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Sekolah dwibahasa sudah jadi pilihan Anda? Jika, ya, dan Anda memang berharap anak sukses di sekolah dwibahasa, pastikan ia menguasai bahasa ibu dengan baik.

Sebab, kalau mengerti konsepnya dalam bahasa Indonesia, anak tak perlu susah payah membangun kerangka berpikir dengan bahasa asing. ''Anak tinggal mencari padanan katanya saja dalam bahasa asing,'' papar Yvonne Freeman dari The University of Texas, Brownsville, Amerika Serikat.

Bahasa pergaulan cenderung lebih mudah dikuasai. Dalam dua tahun, anak sudah bisa berkomunikasi dengan lancar. `'Tetapi, kemahiran (proficiency) itu tidak mencerminkan penguasaan terhadap bahasa akademik,'' ujar Yvonne yang bersama David Freeman mendapatkan kesimpulan tersebut dari pengalamannya selama 30 tahun meneliti sekolah dwibahasa.

Bahasa akademik membutuhkan waktu ekstra untuk dapat dipahami dengan baik. Tak ada gunanya memaksakan anak berbahasa Inggris setiap saat. Riset memperlihatkan diperlukan sekitar empat sampai sembilan tahun bagi anak untuk dapat memahami bahasa akademik. Yang ia perlukan hanyalah waktu. ''Jadi, jangan kirim anak Indonesia usia empat tahun ke sekolah berbahasa Inggris,'' celetuk Yvonne setengah bercanda.

Saat anak menguasai dua bahasa, ia akan memiliki keunggulan khusus. Anak dapat melihat suatu persoalan tidak cuma dari satu sudut pandang. Anak yang bilingual biasanya lebih fleksibel secara kognitif saat memecahkan masalah. ''Dia punya lebih banyak alternatif pemecahan masalah,'' tandas Yvonne.

Bagaimana orangtua bisa terlibat untuk membantu penguasaan bahasa asing sang buah hati? Begini caranya:

  • Untuk mengajarinya bahasa asing, mulailah kapan saja. Namun, pastikan Anda telah membangun kemahiran anak berbahasa ibu terlebih dulu. Jangan anggap Anda membuang waktu saat mengajarinya bahasa Indonesia.
  • Prinsipnya, bangun kompetensinya di bahasa ibu. Mengenalkan warna, misalnya. Tunjukkan dan sebutkan warna objek pada anak. Lantas dekatkan anak dengan materi pelajarannya. Misalnya dengan mengajaknya menunjuk benda-benda di sekitar yang warnanya serupa dengan warna yang tadi Anda kenalkan. Setelah ia paham betul, silakan perkenalkan kosa kata bahasa Inggrisnya.
  • Otak anak ibarat spons yang dapat menyerap banyak sekali pengetahuan. Tak ada batas berapa banyak jumlah bahasa asing yang boleh dipelajari anak. Ajari anak secara alami dengan membaca buku, menyanyi, dan mengenal budaya negara asal bahasa tersebut. Tak perlu khawatir jika suatu ketika Anda menemui anak mencampur dua bahasa sekaligus. Beritahukan padanan katanya dalam bahasa Inggris. 
Reporter : Reiny Dwinanda
Redaktur : Endah Hapsari
7.864 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...