Senin , 28 Oktober 2013, 12:31 WIB

Kepribadian Seperti Inilah yang Mudah Sakit Jantung

Red: Endah Hapsari
thetransferfactorindonesia.com
Terserang sakit jantung
Terserang sakit jantung

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut ahli penyakit jantung dari Universitas Indonesia, dr Santoso Karo Karo, SpJP MPH, orang dengan kepribadian Tipe A lebih banyak terkena penyakit jantung dibanding orang dengan tipe kepribadian lainnya. Orang berkepribadian Tipe A ini adalah orang yang cenderung memiliki sifat kompetitif, tidak sabaran, agresif, dan murah marah

Berdasarkan penelitian Friedman dan Roseman, orang berkepribadian Tipe A sering terkena nyeri dada atau angine pectoris. Pola hidup dan kerja yang penuh stres karena manajemen waktu yang buruk, bukan tidak mungkin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang sering dirasakan sebagai nyeri dada, katanya.

Stres, kata Santoso, dapat meningkatkan tekanan darah yang mengakibatkan cedera pada dinding arteri serta berandil pada pembentukan bekuan dalam pembuluh darah. Beberapa penelitian terakhir mendapati, pada orang stres ada peningkatan pesat kadar lemak darah yang mengganggu mekanisme pembersihan lemah tubuh. Stres diketahui meningkatkan produksi molekul inflamasi yang juga meningkatkan lipid breakdown, kata Santoso.

Santoso juga memberi peringatan kepada orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta yang sering dilanda kemacetan. Pasalnya, kemacetan parah mengakibatkan stres, membuat seseorang berisiko tiga kali lebih tinggi terkena serangan jantung. Sekitar 60 persen orang yang terkena serangan jantung punya stress, katanya.

Agar terhindar dari serangan jantung, Santoso mengajak masyarakat menerapkan hidup SEHAT. Selain itu, memantau indeks massa tubuh, memantau kadar gula darah dan mengecek kadar kolesterol enam bulan sekali. Tekanan darah perlu dijaga tetap di bawah 140/90.

Untuk aktivitas fisik, Santoso menyarankan olahraga ringan berupa jalan kaki 30-45 menit, lima kali sepekan. Atau dapat dengan mengukur jumlah langkah tiap hari, yakni sekitar 3.500-7.500 langkah bagi orang tua --jika tidak ada keluhan-- dan 10.000 langkah bagi orang muda. Namun, jika ada keluhan, hentikan olahraga, karena itu ada yang salah (dengan kesehatannya), paparnya. 

Sumber : Antara