Jumat , 04 October 2013, 13:03 WIB

Waspadai 2 Hal Pemicu Stres Ini

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Endah Hapsari
sciencemediacentre.co.nz
Perempuan stres karena pekerjaan/ilustrasi
Perempuan stres karena pekerjaan/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Aktivis Lembaga Studi dan Solusi Quran (LS2Q), Ustaz Fahmi Husaini, mengatakan, stres bisa dipicu dua hal, yaitu pikiran dan perut. Dari faktor pikiran, misalnya, masalah rumah tangga, keuangan, pekerjaan, dan lainnya, sehingga harus berpikir berlebihan. Ketika tidak mampu menghadapi masalah tersebut, muncullah stress, tingkat lebih parah ialah depresi. 

Stres dan depresi bisa juga karena belajar ilmu-ilmu tertentu. Ada orang-orang yang ingin mendapat hajatnya secara instan. Ketika tidak kuat menjalankan amalannya, depresi yang akan didapat. Hati-hati ketika stres, bisa mendekati kegilaan. Ini karena membuka peluang setan untuk masuk ke dalam diri manusia. “Setan itu bisa masuk pada aliran darah,” tuturnya.

Stres maupun depresi jangan dibiarkan, tetapi harus diatasi. Jika dibiarkan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Untuk tahap yang akut, kata ustaz yang selama tiga tahun di Bengkel Rohani ini, merugikan orang lain. Dia mengambil barang orang, mengganggu, telanjang di muka umum, bahkan bunuh diri.

Menurut Fahmi, ada banyak jalan untuk menghindari dari stres dan depresi. Antara lain, bergaul dengan orang saleh, mengamalkan ilmu sesuai dengan dengan tuntunan Alquran dan hadis, seperti shalat malam, shalat dhuha, puasa sunah, rutin membaca Alquran, dan banyak berzikir. “Pikiran pun harus dibawa rileks dan positif,” tegasnya.

Bagi yang sudah terkena stres dan depresi, pengobatan yang ditawarkan Fahmi adalah Alquran. Kebenaran Alquran sebagai obat dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman. Terapinya bisa melalui ruqyah ataupun tahajud. Secara fisik, metode bekam (hijamah) juga bisa ditempuh.