Selasa, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Selasa, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Jangan Remehkan Gigi Berlubang, Ini Bahayanya

Rabu 11 September 2013 16:58 WIB

Red: Endah Hapsari

Gigi sehat dan senyum cantik

Gigi sehat dan senyum cantik

Foto: bostonglobe.com

REPUBLIKA.CO.ID, Gigi Anda berlubang? Sebaiknya segera pergi ke dokter gigi. “Jika dibiarkan, da lam jangka panjang kondisi itu bisa memicu munculnya penyakit sistemik,” ujar drg Bambang Nursasongko SpKG(K).

Gigi berlubang besar yang tidak dibenahi tak ubahnya menahan borok menahun yang tidak sembuh. Kelak, bukan cuma abses atau nanah gigi saja yang akan menjadi masalah. “Kita harus mewaspadai ancaman fokal infeksi, yaitu infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit lain,” kata staf pengajar Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.

Racun dan sisa kotoran maupun mikroba yang memicu infeksi pada gigi dan mulut dapat menyebar ke anggota tubuh lain. Penjalaran infeksi gigi bisa terjadi melalui beberapa cara. “Salah satunya melalui sirkulasi darah (hematogen), yaitu material infektif menyebar melalui sirkulasi darah dan menginfeksi organ lain,” ujar pendiri merangkap Kepala Jakarta Dental Specialist (JADES) ini.

Selain itu, transmisi dapat pula terjadi melalui aliran limfatik atau limfogen. Material infektif menjalar ke kelenjar limfa regional menuju organ tubuh lainnya. Lantas, bisa juga melalui perluasan langsung infeksi dalam jaringan. Material infektif menjalar ke dalam tulang rahang dan jaringan penyambung, kemudian terakumulasi di jaringan dan meluas terus hingga terhenti oleh barrieranatomik.

Penjalaran infeksi gigi penyebarannya juga bisa ke saluran cerna dan pernapasan. Material infektif tertelan dapat menimbulkan tonsilitis, faringitis, dan berbagai kelainan pada lambung. Selain itu, aspirasi material infektif dapat menimbulkan laringitis, trakeitis, bronkitis atau pneumonia. “Setidaknya, ada 41 penyakit yang bisa timbul akibat infeksi gigi,” kata Bambang.

Penyakit yang dimaksud, antara lain, sinusitis maksilaris, meningitis, kerusakan ginjal, dan rhematoid athritis. “Bahkan, infeksi dari gigi yang berlubang bisa menyebabkan kematian,” ujarnya menambahkan.

Untuk mengatasi gigi berlubang, dokter gigi akan mengeluarkan jaringan karies yang rusak. Selanjutnya, ia membersihkan jaringan atau infeksi tersebut. Setelah bersih, barulah diberikan obat. Jika sudah siap, jaringan yang rusak akan diisi kembali atau gigi yang berlubang akan ditambal.

Setelah ditambal, gigi harus selalu dibersihkan. Periksakan gigi paling tidak enam bulan sekali. Bolehkah gigi berlubang dicabut? Bambang mengatakan, sebaiknya gigi berlubang tidak dicabut. Sebab, pencabutan akan merusak struktur gigi. “Jika gigi bawah yang dicabut, maka gigi atas akan turun,” katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA