Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Morning Sickness Saat Hamil? Jangan Takut! (3-Habis)

Kamis, 28 Februari 2013, 11:52 WIB
Komentar : 0
medinda.net
Ibu hamil mual-mual/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sebagian ibu hamil terkadang tak ingin terlau memperhatikan morning sickness. Mereka menganggapnya beberapa kasus yang biasa dihadapi saat kehamilan.

Ibu hamil harus menghubungi dokter jika dia mengalami morning sickness yang tak wajar, seperti dikutip dari SymptomFind, Kamis (28/2).

Morning sickness memberi sinyal bahaya jika disertai enam kasus. Pertama, mual dan muntah yang parah. Pada kondisi ini, ibu hamil disebut mengalami Hiperemesis gravidarum, yang dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Kedua, mual atau muntah yang disertai dengan nyeri atau demam.

Ketiga, mual atau muntah yang bertahan empat hingga enam bulan. Keempat, muntah darah dimana yang ibu hamil muntahkan terlihat seperti bubuk kopi. Kelima, rasa mual atau muntah disertai penurunan berat badan. Keenam, rasa mual atau muntah disertai dengan pendarahan, kram atau kontraksi.

Penelitian dari Cornell University menunjukkan bahwa wanita yang mengalami morning sickness yang normal sebetulnya lebih beruntung dibandingkan mereka yang tak mengalaminya. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Bukankah tak ada ibu hamil yang ingin sengsara dan sakit selama menjalani masa kehamilannya?

Ternyata, hasil penelitina menunjukkan mereka yang mengalami morning sickness memiliki indikator kehamilan sehat dengan risiko keguguran lebih rendah dan bayi sehat. Ini jauh lebih baik dari mereka yang tidak mengalaminya. Teorinya adalah mual dan muntah merupakan proses tubuh ibu hamil dalam mencerna zat-zat makanan yang dapat membahayakan bayi.

Penelitian lain menyarankan ibu hamil harus mampu melawan morning sicknessnya, khususnya tetap makan makanan secara teratur dan bergizi. Ini pastinya lebih baik bagi bayi dalam jangka panjang. Jadi, anda tak perlu takut mengalami fenomena yang satu ini. Morning sickness biasanya tidak berbahaya bagi bayi atau ibu kecuali gejalanya sangat parah.

Morning sickness yang parah dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan. Tapi ini tidak umum terjadi. Ibu hamil perlu memastikan sudah berkonsultasi dengan dokter tentang pengelolaan morning sickness.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Heri Ruslan
931 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...