Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mengapa Ibu Hamil Kerap Mual-Mual?

Selasa, 26 Februari 2013, 09:12 WIB
Komentar : 0
medinda.net
Ibu hamil mual-mual/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap ibu pasti ingin mencukupi nutrisi janin pada saat hamil. Namun, sebagian calon ibu mengalami hambatan untuk memberikan asupan nutrisi pada saat hamil. Masalah yang paling sering terjadi adalah adanya gejala mual dan muntah.

Dari hasil riset, sebanyak 50-90 persen ibu yang hamil akan mengalami mual dan muntah pada trimester awal kehamilan. “Trimester awal kehamilan yaitu pada saat usia kandungan 0-12 pekan,” kata dr Prima Progestian SpOG. 

Rasa mual hadir akibat peningkatan pada kadar hormone estrogen. Penyebab rasa mual dan muntah yang berlebihan ini belum diketahui secara pasti. Sejumlah faktor yang sering disebut-sebut adalah perubahan metabolis, alergi, psikologi, dan ada juga kehamilan ganda. 

Kondisi mual dan muntah ini menyebabkan ibu malas makan sehingga nutrisi tak bisa terasup dengan baik. Padahal, masa trimester awal ini, janin membutuhkan nutrisi paling banyak. Sebenarnya, mual dan muntah pada ibu hamil tidak membahayakan janin. Kondisi ini akan membahayakan janin ketika ibu lantas susah makan dan tak memenuhi nutrisi untuk janin dengan baik. Kemungkinan buruknya, ia bisa terkena dehidrasi. Keadaan yang paling ekstrem dan fatal adalah bila si ibu hamil juga mengalami pendarahan.

Mual-mual sendiri bisa terjadi ketika mengunyah makanan. Bahkan, ada pula ibu yang langsung mual ketika mencium makanan. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya, karena jika kondisi mual-mual tersebut sudah parah, ibu harus menjalani pengobatan yang disebut dengan istilah hiperemesis gravidarum. “Pada saat menjalani hipermesis gravidarum, ibu justru akan mengalami kondisi yang buruk, yaitu badan lemas, tidak nyaman, bahkan bisa menyebabkan dehidrasi,” kata Prima.

Reporter : Nina Chairani
Redaktur : Endah Hapsari
2.549 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Kehamilan di Luar Rahim, Seperti Apakah?