Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ibu Sibuk Bekerja, Anak Menjauh, Bagaimana Ini?

Kamis, 21 Februari 2013, 10:09 WIB
Komentar : 0
Sheknows.com
Ibu bekerja/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut psikolog Wita Mulyani MPsi, selama ini para ibu mengidolakan istilah 'kualitas lebih penting dibandingkan kuantitas'. Padahal, tidak bisa demikian. Bagaimana mungkin kualitas terpenuhi bila waktu pertemuannya sangat minim. Jadi, istilah itu dijadikan pembenaran bagi para ibu yang bekerja.

Namun, bisa dimaklumi kondisi saat ini para ibu harus bekerja. Untuk itu, perlu strategi agar bisa membagi waktu antara pekerjaan dan anak-anaknya. Kunci utamanya, tegas Wita, komunikasi. Selama ibu bekerja, komunikasi jangan sampai putus. Ibu harus menyempatkan diri menghubungi anak-anak. Kalau mereka sudah besar, bisa langsung komunikasi lewat telepon, tanya kegiatan anak-anak, dengarkan apa yang ingin disampaikan anak.

Bagi anak yang masih kecil, walaupun belum bisa bicara, ibu harus tetap menelepon. Minimal menanyakan kepada pengasuh atau orang yang dititipi anak, bagaimana perkembangan anaknya hari ini. Kedua, kedekatan fisik jangan disepelekan. Setiap hari harus ada sentuhan fisik dengan anak. Minimal ibu memandikan anak, menyiapkan, atau memakaikan baju. Momen ini ibu bisa bertatap mata, mengusap-usap punggung anak, mengobrol membuat anak merasa dekat. "Di sini ibu harus berkorban bangun lebih pagi, menyiapkan kebutuhan sendiri. Setelah itu, menyiapkan kebutuhan anaknya,'' papar lulusan S2 Fakultas Psikologi UI ini.

Pulang kerja sempatkan ibu bertemu lagi dengan anak. Jika kondisinya ibu kecapaian, anak juga menjelang tidur, minimal mendengarkan cerita anak atau sekadar mengantarkan ke tempat tidur. Ibu juga perlu komitmen pada dirinya sendiri bahwa weekday digunakan untuk bekerja, tapi weekend  bersama anak-anak sepenuhnya.

Bagi ibu yang sering keluar kota atau keluar negeri, harus menitipkan anak-anak pada orang yang tepat. Bisa kepada suami, nenek-kakek, tante, atau saudara. Mereka ini harus dibekali dulu bagaimana mengasuh anaknya. Misalkan, jam segini anak makan, mandi, belajar, tidur, les, dan sebagainya. Dengan begitu, ketika ibunya tidak ada, anak tidak merasa kesepian, apalagi telantar.

Reporter : Susie Evidia
Redaktur : Endah Hapsari
652 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...