Kamis, 13 Rajab 1434 / 23 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hidayat Sindir Foke 'Gubernur yang Dilaporkan ke KPK'

Jumat, 06 Juli 2012, 13:47 WIB
Komentar : 25
Hidayat Nurwahid
Hidayat Nurwahid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Calon gubernur nomor urut 4, Hidayat Nurwahid berkampanye di wilayah Matraman, Jumat (6/7). Dalam kampanyenya di Balai Rakyat, Matraman, Hidayat mengatakan warga Jakarta seharusnya memilih pemimpin yang tidak pernah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jangan memilih calon yang terang-terangan pernah dilaporkan ke KPK," ungkap Hidayat di Balai Rakyat, Matraman, Jumat (6/7). Ia pun mengatakan bahwa dirinya termasuk salah satu kandidat yang tidak pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bila dibandingkan dengan calon yang lain, Alhamdulillah saya salah satu calon yang belum pernah berurusan dengan KPK," ungkap Hidayat di hadapan ratusan pendukungnya di Matraman. Karena itu, tambah Hidayat, jangan mau memilih calon yang sudah terang berurusan dengan KPK, apalagi sampai pernah dilaporkan melakukan korupsi.

Hidayat yakin warga Jakarta tidak mau Jakarta 'maju terus' dalam hal Banjir, Kemacetan dan Kemiskinan. Karenanya, jelas dia, pastilah warga Jakarta tidak akan memilih kembali calon yang tetap memelihara masalah Jakarta itu. Terlebih, terang dia, calon yang bukannya malah mengatasi masalah Jakarta dengan anggaran daerah, tapi malah mengkorupsinya.

Lanjut Hidayat mengatakan, warga Jakarta harus sadar dengan korupsi pemimpinnya dan jangan lagi memilih pemimpin yang jelas terindikasi korupsi. Sindiran Hidayat ini secara tidak langsung menyinggung calon incumben yang sempat dilaporkan ke KPK atas tuduhan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta oleh sang Wakil Gubernur, Priyanto.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hafidz Muftisany
16.171 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Arifin Senin, 27 Agustus 2012, 20:40
hidayat...hidayat...heheheheheheh
  tatang Rabu, 15 Agustus 2012, 20:33
PKS kenapa jadi kaya gini ya??
PKS ku Sayang PKS ku Malang, :-(
  wibb Minggu, 12 Agustus 2012, 14:31
dengan mencampur adukkan agama dgn politik aja sudah menandakan ciri khas munafik sejati.. syukurlah tirai akhirnya terbuka, para munafikun sejati kebanyakan malah dari unsur agama..
  ANDY MARTONO Minggu, 12 Agustus 2012, 13:14
Untung ya yg Munafik kaya gitu kalah hore..hore..bagaimana jadinya Jakarta dipimpin oleh orang yang macem begitu , pletat pletot wis nyingkre wae
  seno Minggu, 12 Agustus 2012, 12:33
amit-amiit,.. jeng his kan ...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Ini Inspirasi Satu Restoran Halal di California
Dengan konsentrasi komunitas Indonesia tertinggi bermukim di daerah pantai Barat Amerika, ditambahnya cukup terbukanya warga Amerika di daerah ini akan makanan...