Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kesenian Tradisional Meriahkan Kampanye Akbar Hidayat-Didik

Minggu, 01 Juli 2012, 13:35 WIB
Komentar : 1
hidayatdidik.net
Ondel-ondel ikut memeriahkan kampanye Hidayat-Didik
Ondel-ondel ikut memeriahkan kampanye Hidayat-Didik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kampanye akbar pasangan cagub nomor urut 4 di Stadion Soemantri Brojonegoro Ahad (1/7) berlangsung meriah. Di depan pintu masuk stadion, terlihat beberapa pasang ondel-ondel, badut dan barongsai serta reog menghibur para warga yang hadir dengan diiringi alunan musik yang indah dari kelompok gambang kromong.

Hiburan rakyat ini disambut antusias ratusan ribu warga Jakarta pendukung Hidayat-Didik yang memenuhi area Jalan Rasuna Said dan Gelanggang Olah Raga Sumantri. 

"Ramai dan cukup menghibur ada ondel-ondel dan barongsai," ujar Maimunah, warga Kramat yang ikut menghadiri kampanye akbar Hidayat-Didik kepada Republika, Ahad (1/7).

Selain itu ada juga kesenian reog ponorogo yang mengenakan pakaian hitam-hitam lengkap dengan gamelan dan gendang ukuran besar dan kecil. Tim marawis pun tak mau ketinggalan memeriahkan suasana. Ada juga badut yang mengenakan aneka kostum warna-warni.

Warga yang menjejali area kampanye mengenakan batik Ayo Beresin Jakarta berwarna oranye. Saat memasuki GOR, massa disambut dengan enam ondel-ondel dan barongsai yang diiringi lagu 'Dimana-Mana Hidayat+Didik'. 

Para pengguna jalan selain massa kampanye pun ikut berhenti sejenak untuk menyaksikan hiburan ondel-ondel, barongsai dan reog Ponorogo. 

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...