Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hidayat: Memimpin MPR dan Jakarta itu Mirip

Senin, 18 Juni 2012, 16:50 WIB
Komentar : 1
Hidayat Nurwahid bersama fendi Gozali dan Ainut
Hidayat Nurwahid bersama fendi Gozali dan Ainut "HNW"

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 4,  Hidayat Nur Wahid berbagi pengalaman dengan pakar komunikasi politik Efendi Gozali dan Ainut "HNW", seorang artis televisi swasta yang mirip dengan Cagub Hidayat Nur Wahid (HNW).

Hidayat pun berbagi pengalamannya ketika menjabat Ketua MPR RI 2004 - 2009 hingga pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta 2012 - 2017 di kediamannya, Jalan Kemang Selatan IV Nomor 79 D Jakarta Selatan, Senin (18/6) pagi.

Menurut Mantan Ketua MPR RI Hidayat, ada persamaan antara Ketua MPR dengan Gubernur. MPR terdiri dari berbagai suku bangsa se Indonesia, berbagai partai dan golongan, dan berbagai agama.

"Gubernur juga demikian. Mengelola berbagai golongan, berbagai unsur," Terang alumnus Gontor ini.

Namun meski pada dasarnya sama, Ketua MPR dan Gubernur memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

"Ketua MPR punya 3 wakil, sedangkan Gubernur hanya 1 wakilnya. Pengalaman saya sebagai Ketua MPR, Alhamdulillah, utuh sampai akhir. Tidak ada yang minta cerai, tidak ada yang kemudian melaporkan ke KPK atau Polisi." Terang Cawagub nomor urut 4 ini.

Ainut "HNW" pun menanyakan terkait pencalonan Hidayat sebagai Gubernur Jakarta. Menurut Ainut, Hidayat harusnya menjadi Guru Bangsa.

"Guru Bangsa sebagai Gubernur juga bisa dilakukan. Merubah yang kurang baik menjadi baik, mengatasi banjir, kemacetan, juga kemiskinan adalah tugas Guru Bangsa. Menjadi teladan untuk daerah lain, provinsi lain, itu juga tugas Guru Bangsa," Ungkap Hidayat.

Hidayat juga menuturkan, bahwa saat ini terjadi penyempitan dalam memaknai arti Guru Bangsa. Padahal, Guru Bangsa bisa diterapkan dimanapun.

"Guru Bangsa harus bisa menerapkan ilmunya dalam kehidupan nyata, jangan hanya teoritis," pungkas Hidayat.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
AS dan Dunia Islam Jalin Kerja Sama Lewat Keberagaman
JAKARTA -- Menjalin sebuah kerjasama dengan dunia islam menjadi tugas penting Shaarik H Zhafar sebagai utusan khusus Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk...