Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Didik: Kalau Ada Anak Yatim Pintar tak Mampu, Datang ke Saya

Minggu, 17 Juni 2012, 11:04 WIB
Komentar : 1
Didik J Rachbani
Didik J Rachbani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kemiskinan menjadi salah satu persoalan Ibukota yang belum terselesaikan. Salah satu fenomena kemiskinan di Jakarta adalah masih besarnya jumlah anak yatim.

Hal ini menjadi perhatian utama pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini. Cawagub DKI Jakarta Didik J Rachbini mengatakan anak-anak yatim di Jakarta juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

"Kalau ada anak yatim piatu, pintar, namun tidak mampu, datang ke saya, saya yang sekolahin," ungkap Didik saat menghadiri acara Tasyakuran 5 Tahun Yayasan Yatim Piatu Nur Amaliah,  Sabtu (16/6) malam.

Acara digelar di halaman kantor yayasan di Jalan Serdang Baru XIII Nomor 24 Kemayoran Jakarta Pusat tersebut dihadiri sekitar 1500 yatim piatu dan kaum duafa.

Lebih lanjut Didik menyayangkan 'ketidakhadiran' Pemprov DKI Jakarta dalam menangani anak yatim piatu dan duafa di Jakarta. Padahal itu adalah tugas pemerintah yang termaktub dalam Undang Undang Dasar 1945 dan pemerintah memiliki anggarannya.

Padahal, menurut ekonom lulusan Filipina ini, tujuan dari pembangunan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Didik pun memuji langkah yang ditempuh oleh pengelola Yayasan Nur Amaliah. Ketua Yayasan Paramadina ini mengatakan bahwa langkah yang ditempuh Yayasan Nur Amaliah sangat mempengaruhi penyelesaian masalah kemiskinan, utamanya bagi anak yatim piatu dan duafa.

"Inisiatif kegiatan semacam ini sangat luar biasa," puji pasangan cagub Hidayat Nurwahid ini.

Wawan Suhawan selaku ketua yayasan sangat berterimakasih atas kehadiran dan kesediaan Didik J Rachbini menjadi salah satu donatur yayasan. Wawan mengungkapkan bahwa Yayasan Nur Amaliah netral dan tidak bisa memihak kemana-mana.

"Yayasan Nur Amaliah tidak bisa ikut dukung-mendukung, alias netral," kata Wawan. Meski demikian, secara personal, itu diserahkan kepada masing-masing individu.

Menanggapi hal demikian, Didik pun melarangnya. Menurutnya, Yayasan Nur Amaliah harus memihak, tidak boleh netral.

"Harus mendukung. Harus pro dengan perubahan," tutur cawagub Jakarta nomor 4 ini. Sontak, yang hadirpun tertawa dan bertepuk tangan riuh.

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) bernilai sedekah bagimu((HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar