Kamis , 05 October 2017, 05:50 WIB

Menjual Wisata Garut ke Nusantara dan Dunia

Red: Irwan Kelana
Dok Adinda Azzahra
Sejumlah warga Jepang mengunjungi booth Adinda Azzahra di ajang Japan Tourism Expo (JTE) 2017.
Sejumlah warga Jepang mengunjungi booth Adinda Azzahra di ajang Japan Tourism Expo (JTE) 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan dalam berbagai kesempatan menggugah para travel agent  agar aktif mempromosikan wisata Indonesia  kepada wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik atau Nusantara  (wisnus). “Jangan hanya sibuk mengajak para Muslim traveller Indonesia berwisata ke berbagai kota dan negara di dunia, tapi juga promosikan pariwisata Indonesia kepada wisman dan juga wisnus,” ujar Riyanto Sofyan.

Menjawab anjuran Riyanto Sofyan,  Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF)  menggelar pelatihan sumber daya manusia (SDM) wisata halal atau biasa disebut education trip (edutrip)  ke Garut, Jawa Barat, pertengahan September 2017 lalu. Edutrip tersebut diikuti oleh 23 peserta yang umumya merupakan travel owner maupun tour leader (TL) wisata Muslim.

“Edutrip ke Garut merupakan upaya kami menjawab permintaan pemerintah, terutama dalam hal ini Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan untuk menjual pariwisata Indonesia kepada dunia maupun wisnus. Untuk itu, salah satu hal yang sangat penting adalah menyiapkan SDM-nya,” kata Chairman IITCF Priyadi Abadi, pekan lalu.

Priyadi menjelaskan, edutrip ke Garut mencakup berbagai obyek wisata, kuliner maupun pusat oleh-oleh. Termasuk di dalamnya Situ Cangkuang yang di dalamnya terdapat makam Arif Muhammad, Candi Cangkuang, dan Kampung Pulo yang hanya terdiri dari tujuh rumah untuk tujuh kepala keluarga. Tempat  lainnya adalah Talaga Bodas, pusat kerajinan kulit Sukareregang dan batik Garutan. Acara puncak adalah pembukaan Museum Chocodot World dan penandatangan MoU antara IITCF dan Chocodot.

Priyadi menegaskan, IITCF berkomitmen untuk mendukung pengembangan pariwisata Nusantara (inbound), antara lain dengan memperbanyak edutrip domestik untuk para pelaku wisata Muslim. “Selain ke Garut, IITCF sudah menjadwalkan edutrip sejumlah destinasi wisata Nusantara lainnya. Kami akan menggelar edutrip ke Purwokerto pada Oktober 2017 dan Raja Ampat pada Desember 2017,” tutur Priyadi.

Menurut Priyadi, Garut di Jawa Barat kini menjadi salah satu destinasi wisata yang terus berkembang, khususnya bagi para wisatawan Muslim (Muslim traveller). Selain kerja keras Pemda Kabupaten Garut dalam mempromosikan  Garut sebagai salah satu destinasi yang menarik bagi wisatawan Muslim, berkembangnya wisata Garut juga tak lepas dari kiprah stakeholder wisata lainnya.

Salah satunya adalah  Kiki Gumelar. Ia seorang pengusaha muda, putra daerah Garut, yang berhasil membangun daerahnya dengan kombinasi cerdas, antara menjual produk coklat dodol merek Chocodot dengan bisnis wisatanya. Berkat Chocodot, Garut tidak hanya dikenal sebagai penghasil dodol, melainkan juga penghasil coklat terbesar di Indonesia.

Dalam rangka mendorong kemajuan industri pariwisata Garut, IITCF dan Chocodot meneken kerja sama (MoU). Penandatangan MoU tersebut sekaligus dalam rangkaian acara pembukaan Museum Chocodot (Chocodot World) di Garut, Ahad (17/9).
 
Pemilik Chocodot Kiki Gumelar sangat senang menjalin kerja sama dengan IITCF, termasuk dalam edutrip ke Garut. “Semoga kerja sama ini ke depannya berjalan lancar dan terus bisa menjual wisawat Garut kepada wisatawan domestik maupun internasional,” kata Kiki Gumelar.
Ia berharap kerja sama antara Chocodot dan IITCF dapat terus berlanjut pada masa-masa mendatang. “Harapan saya kepada IITCF di masa depan terus berkembang besar,  banyak berkah untuk sesama umat dan bisa menginspirasi banyak tour and travel di Indonesia bahkan dunia,” ujar Kiki.

Keseriusan IITCF menjual wisata Garut kepada wisman juga ditunjukkan dengan upaya IITCF dan Adinda Azzahra (perusahaan travel milk Priyadi Abadi) yang menjual wisata Garut dan Chocodot di ajang  Japan Tourism Expo (JTE) 2017, yang digelar di Tokyo, Jepang, 21-24 September 2017.

Sejumlah pejabat Indonesia mengunjungi Paviliun  Indonesia di ajang JTE  2017. Hari Kamis (21/9), Pavilion Indonesia dikunjungi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata , I Gde Pitana. Hari Jumat (22/9), giliran Dubes RI untuk Jepang Arifin Tasrif mengunjungi Pavilion  Indonesia di JTE 2017.
 
Pada JTE 2017, Paviliun Indonesia menampilkan sejumlah pelaku wisata nasional dan atraksi kesenian. Paviliun Indonesia mendapatkan perhatian besar dari para pengunjung JTE 2017.

Secara khusus, respons pengunjung terhadap booth Adinda Azzahra pun besar. Mereka sangat tertarik dengan  kemasan Chocodot yang unik, dan bertanya tentang hal tersebut., “Kami jelaskan bahwa Chocodot adalah  coklat dodol asal Garut,  produk lokal Garut, Jawa Barat. Kami  bukan semata-mata menjual coklat saja, tapi juga wisata Garut,” ujar Priyadi.

Saat ini Adinda Azzahra mempunyai tiga paket wisata Garut, yakni Jakarta-Bandung-Garut, Bandung-Garut dan Garut. “Dengan akan dibukanya jalan tol Garut dan bandara  Tasikmalaya, akses ke Garut akan makin mudah dan lancar. Ini merupakan salah satu faktor yang akan sangat membantu kemajuan pariwisata Garut. Baik dalam mengundang wisnus maupun wisman,” papar Priyadi Abadi.