Senin , 14 August 2017, 08:09 WIB

Warga Inggris Lebih Ingin William Jadi Rajanya

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
EPA
Pangeran Charles (kiri), Pangeran William (tengah), dan Pangeran Harry (kanan).
Pangeran Charles (kiri), Pangeran William (tengah), dan Pangeran Harry (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Lebih dari separuh warga Inggris menginginkan Pangeran William bertahta sebagai raja selanjutnya. Sedangkan jumlah warga yang mendukung Pangeran Charles menjadi raja jumlahnya lebih sedikit.

Hasil ini terungkap lewat survei yang dilakukan oleh media Inggris, The Sun. Sebanyak 36 persen responden juga berharap Camilla Parker tidak menjadi ratu apabila akhirnya Pangeran Charles naik tahta. Rendahnya dukungan terhadap ayah Pangeran William tersebut mencuat di tengah kontroversi perlawanan publik terhadap Pangeran Charles.

Terbongkarnya surat-surat dan rekaman masa lalu mendiang Putri Diana menjadi penyebab merosotnya dukungan rakyat terhadap Charles. Dalam jajak pendapat The Sun, sebanyak 51 persen warga Inggris ingin William yang naik tahta menjadi raja daripada sang ayah.

Sebanyak 22 persen suara dari warga yang mendukung Pangeran Charles berasal dari kalangan berusia 75 tahun ke atas. Charles dan Camilla menuai protes di media sosial pekan lalu ketika Channel 4 menayangkan acara Diana: In Her Own.

Dalam rekaman tersebut, Diana mengungkapkan bahwa suaminya pernah menolak menyandang gelar Prince of Wales tanpa memiliki selir atau ratu lain. Namun dari dua ribu responden The Sun hanya 28 persen yang mengaku menonton acara itu. Sebanyak 70 persen responden tidak menonton Diana: In Her Own.

Ken Wharfe, mantan pengawal istana Diana, meyakini William akan menjadi raja yang lebih baik daripada Charles. "Aku tidak bisa tidak percaya pada statistik-statistik itu, tapi Pangeran Charles sepertinya bukan pilihan terbaik," katanya dilansir laman News.com.au.

Melihat survei ini, pihak Istana Kensington dan Clarence House sama-sama bungkam ketika dimintai tanggapannya.