Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sukses Karier dan Rumah Tangga, Ini Dia Jurusnya (1)

Rabu, 25 Juli 2012, 15:08 WIB
Komentar : 1
straighterline.com
Ibu dan wanita karier/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Meniti karier di luar rumah bukan lagi monopoli kaum pria. Kaum wanita pun melakukannya. Tengok saja gedung-gedung perkantoran, baik swasta maupun pemerintah, tak luput dari keberadaan kaum wanita. Bukan sekadar penggembira. Tak jarang, mereka menduduki posisi strategis, bahkan menjadi pimpinan. Ada yang menjadi manajer, direktur, politisi di DPR, bahkan menteri di kabinet pemerintah.

Nah, jika wanita-wanita itu adalah juga seorang istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya, bagaimana mereka menjalankan peran ganda itu? Mungkinkah mereka mereguk dua kesuksesan sekaligus, sukses di karier dan rumah tangga? Walau sulit, banyak wanita berusaha keras meraih dua kesuksesan itu. 

Dalam pandangan psikolog Adriana S Ginandjar, sulit bagi seorang wanita untuk menjalankan peran multi fungsinya -- sebagai ibu rumah tangga, istri, anggota masyarakat, juga wanita karier -- dalam waktu bersamaan dengan sukses.

''Maksimal semua peran itu bisa dilakukan secara seimbang, tidak mungkin sukses semuanya,'' kata psikolog yang akrab disapa Ina ini. Ina menjelaskan, jika kriteria sukses seorang ibu rumah tangga adalah: meluangkan lebih banyak waktu untuk mengurus anak-anak dan keluarga, mengantar jemput anak, berkomunikasi dengan guru tentang perkembangan anaknya, menemani anak mengerjakan PR, dan hal-hal lainnya berkaitan dengan keluarga, maka kriteria itu akan sulit dilakukan oleh seorang wanita karier. Sebab, wanita karier, terutama yang bekerja di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah, tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal itu.

Apalagi jika wanita karier itu sering ke luar kota atau lembur, tentu makin berkurang lagi waktu untuk mengurus anak dan keluarga. ''Bagi wanita karier, hal yang sanggup dilakukan paling hanya menemani anak mengerjakan PR, menjadi manajer dari pembantunya, dan menyempatkan mengobrol dengan guru,'' kata alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini. 

Reporter : Susie Evidia
Redaktur : Endah Hapsari
2.346 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  bani Rabu, 25 Juli 2012, 15:13
Lebih bagus jika gambar ilustrasinya menggunakan foto orang-orang asli Indonesia
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda