Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Beginilah Kiat Desainer Busana Muslim Dunia Patahkan Stereotip Barat (2)

Wednesday, 18 July 2012, 12:15 WIB
Komentar : 0
muslimah.femagination.com
Aneka model busana Muslim/ilustrasi
Aneka model busana Muslim/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Desainer busana Muslim Sarah Elenany juga memproduksi busana Muslim untuk umat Islam di Barat. Wanita berusia 24 tahun itu sukses lewat produknya 'Elenany'. Desain-desainnya tidak menimbulkan kontroversi dan reaksi radikal. Baju-bajunya selalu laris di kalangan Muslim, bahkan dia juga memiliki sejumlah pelanggan non-Muslim.

Elenany yang tinggal di London, Inggris, mengatakan, kurangnya baju yang sopan di Barat mendorongnya untuk meluncurkan produk-produknya. ''Sebagai seorang Muslimah muda, saya merasa kesulitan untuk menemukan baju yang menutupi sekujur tubuh saya dengan benar seperti abaya dan jilbab. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membuatnya sendiri,'' ungkapnya.

Meskipun Elenany sangat memahami dunia bisnis dan industri, namun ia mengembangkan fesyen Muslim tidak berarti melakukan komersialisasi Islam. ''Saya tidak berpikir dengan mengembangkan fesyen Muslim berarti melemahkan Islam. Tetapi, saya justru berpikir dengan mengembangkan fesyen Muslim, berarti kita membawa fesyen Muslim menuju mainstream. Saya rasa itu merupakan sebuah kemajuan dan hal yang positif.''

Elenany menilai, nilai-nilai Islami di dalam fesyen Muslim terletak pada saat proses pembuatan. ''Saya menyediakan lingkungan yang baik bagi para pekerja untuk bekerja. Selain itu, saya juga menggaji mereka dengan gaji yang layak,'' katanya. Elenany menambahkan, mengenakan pakain dari fesyen Muslim bukan berarti mempercantik diri untuk menggoda laki-laki.

''Tetapi, justru mengekspresikan diri bahwa kamu benar-benar seorang Muslim yang merupakan bagain dari Islam,'' ungkapnya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : islamonline.net
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...