Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Membedakan Sutra dan Wol, Antara Asli dan Palsu

Senin, 02 Juli 2012, 05:30 WIB
Komentar : 0
givemefreeart.com
Gorden sutra (ilustrasi).
Gorden sutra (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,Ririn mengelus-elus kain sutra di pangkuannya. Ia ragu-ragu membeli barang yang ditawarkan temannya. ''Ini sutra asli dari Cina. Rasakan saja lebih halus,'' katanya. Ririn bingung. Di matanya, kain sutra yang dibawa Detty tak ada bedanya dengan yang dijajakan di Tanah Abang. Bagaimana mengetahui secara fisik keaslian bahan kain ini? Ririn tidak mau tertipu untuk kedua kalinya.

Menurut perancang busana Herman Nuary, memilih kain sutra asli membutuhkan kejelian. Karena di pasaran kini bertebaran kain-kain sutra yang sulit dibedakan antara yang asli dengan palsu. Sebelum mengetahui apakah kain ini asli, atau palsu, tidak ada salahnya sekilas mendalami pembuatan kain sutra.

Kain sutra dibagi menjadi dua macam, yaitu sutra buatan alat tenun mesin (ATM), dan sutra ATBM (alat tenun bukan mesin). Cara membedakan kain sutra ATM dengan ATBM, bisa dilihat secara kasat mata. Yang ATBM karena hasil buatan tangan kainnya agak kasar, agak tebal, cepat kusut, tapi tetap lembut. Pewarnaannya menggunakan bahan alami. Harganya lebih mahal dan persediaannya terbatas. Ukurannya lebih kecil dibandingkan produk sutra dari mesin.

Sedangkan yang dibuat dengan mesin, kainnya lebih halus, lembut, tapi agak pasaran, karena produksinya banyak. Di pasaran kini ditemukan sutra Cina. Sutra ini asli, kainnya bagus, halus, lembut. Sutra buatan Cina termasuk ATM dengan teknik pengelolaan mesin yang canggih.

''Kain sutra asli semakin tipis semakin bagus. Apalagi jika kain sudah diberi motif beberapa warna, harganya semakin mahal. Per meter bisa Rp 1,2 juta atau lebih,'' ujar perancang baju Muslimah ini. Bila kita sudah mengetahui kain sutra asli, ciri sutra palsu sebaliknya. Kalau diusap terasa tebal, kasar, ketika dipakai panas, dan harganya jauh lebih murah.

Bagaimana dengan kain wol asli dan palsu? Kain wol banyak digunakan untuk pakaian jas, blazer. Mengetahui keaslian kain sangat mudah. Ambil saja benang lalu dibakar. Kain wal yang asli habis menjadi abu, ada aroma bau kulit binatang. Sedangkan wol palsu, kainnya mengandung bahan polyester. Ketika dibakar akan meninggalkan gumpalan seperti plastik.
Kalau tidak memungkinkan mengecek melalui bakar-bakaran, lanjut Herman, kiatnya dengan mengusap dari kehalusan kain.

Kain wol asli bahannya lembut, halus, dan ringan melayang. Tidak gerah ketika dipakai. Berbeda dengan wol palsu, lebih berat, dan agak kasar, sehingga tidak nyaman bagi si pemakai.
Soal bahan ini sering kali jadi pertanyaan para pemakai pasmina yang kini sedang tren. Banyak pilihan pasmina dengan warna, corak, dan aneka jenis kain. Kain wol banyak digunakan untuk pasmina.

Agar Anda tidak tertipu pasmina asli dengan palsu, Herman memberikan ciri-cirinya. Pasmina asli kainnya ringan, kalau dibentuk ikatan menjadi kecil. Helaian benang padat, tidak mudah dicabut. Pasmina yang orisinal memiliki warna-warna yang kuat, ngejreng, tapi 'tidak norak'. Harga pasmina dari wol asli harganya bisa puluhan kali dari yang palsu. Ada yang harga jutaan rupiah, sedangkan yang palsu Rp 100 ribu, Rp 150 ribu sudah bisa dibungkus. Dengan tips ini Anda tidak akan bingung lagi membedakan kain palsu dengan asli. Selamat memilih. 

 

 

Reporter : susie evidia
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar