Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Huhuyy, Warga Australia Mulai Keranjingan 'Fashion' Islami

Wednesday, 18 January 2012, 11:04 WIB
Komentar : 0
smh.com.au
Wanita Muslim Mancanegara
Wanita Muslim Mancanegara

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY--Perkembangan fesyen Islami telah memberikan pengaruh terhadap tren fesyen di Australia. Faktanya, fesyen Islami tidak hanya digandrungi kalangan Muslim saja, non-Muslim pun tak mau ketinggalan mengikuti tren tersebut. 

Blogger asal Indonesia yang menetap di Sydney, Mya Arifin mengatakan, perkembangan teknologi informasi memainkan peranan penting dalam menyebarkan tren fesyen Islami hingga Australia.  "Kita punya Facebook, Twitter, dan lainnya, melalui jejaring sosial itu, kami para Muslimah dari segala penjuru dunia berbagai cerita dan pengalaman soal fesyen. Dari situlah, tren fesyen Islami berkembang demikian pesat hingga sampai di Australia," kata dia seperti dikutip SBS.com. 

Menurutnya, fesyen tidak lagi membutuhkan panggung catwalk. Sebab, tak banyak Muslimah yang mungkin dapat menghadiri pergelaran busana Muslim. "Fesyen tidak hanya berbicara catwalk, kita bicara soal cara untuk berbagi namun dengan jaringan yang luas. Nah, itulah manfaat dari perkembangan teknologi yang ada," ujarnya. 

Mya juga mengatakan tren fesyen Islami telah mengubah pandangan masyarakat barat bahwa Muslimah anti fesyen. Kini, Muslimah dapat menjalankan keyakinannya dengan bergaya modis. Mya juga mengatakan tren fesyen Islami telah mengubah pandangan masyarakat Barat bahwa Muslimah anti fesyen. 

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : sbs.com
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...