Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Top Banget, Indonesia Siap Jadi Trend-Setter Busana Muslim Dunia

Rabu, 18 Januari 2012, 09:37 WIB
Komentar : 1
ANTARA/Eric Ireng
Sejumlah model memeragakan busana muslim saat Moslem Fashion Festival 2011 di Royal Plasa Surabaya, Jumat (15/7). Perhelatan yang dikemas dengan sentuhan seni tersebut untuk menyambut datangnya Ramadhan.
Sejumlah model memeragakan busana muslim saat Moslem Fashion Festival 2011 di Royal Plasa Surabaya, Jumat (15/7). Perhelatan yang dikemas dengan sentuhan seni tersebut untuk menyambut datangnya Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia kini menjadi sorotan untuk urusan tren berbusana Muslim. Hal ini diungkapkan oleh Dian Pelangi, seorang desainer muda.“Indonesia sudah jadi trend setter busana Muslim dunia, banyak orang Arab yang cari busana Muslim ke sini, misalnya ke Tanah Abang dan Bandung,” katanya.

Kondisi ini, menurut Dian, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memunculkan signature style ala Indonesia, seperti pemakaian bahan batik, tenun, songket dan jumputan. 

Jangan sampai ciri khas negara ini lagi-lagi diambil oleh negara lain karena kita terlambat menyadari bahwa negara ini begitu penuh gaya. 

Sebagai seorang desainer Muslim, tantangan terbesar bagi Dian adalah menyiasati karyanya agar tetap sesuai dengan pakem berhijab. Busana rancangannya menjadi alat untuk menyiarkan Islam secara fleksibel dan tidak kaku.

Keinginan untuk menjadi trend-setter busana Muslim dunia pun terus dijajaki oleh para pelaku dunia mode Indonesia, khususnya untuk para penggiat busana Muslim. Mereka, misalnya, mengadakan ajang pergelaran busana Muslim bekerja sama dengan Malaysia yang diadakan setiap tahun.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Meiliani Fauziah
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Salim Said: Komunis, Paham Ideologi yang Sudah Bangkrut
 JAKARTA -- Paham komunis sempat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Akan tetapi Prof. Dr Salim Said menilai ideologi tersebut sudah bangkrut saat ini. Meski...