Kamis, 6 Muharram 1436 / 30 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Cara Berjilbab "Turkish Style" yang Kini Digemari

Minggu, 10 April 2011, 12:59 WIB
Komentar : 1
.
.
.

REPUBLIKA.CO.ID, Jilbab adalah penutup kepala yang dikenakan oleh wanita Muslim. Meskipun secara teknis mengacu khusus untuk penutup kelapa, jilbab istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada gaya berpakaian perempuan Muslim pada umumnya.

Disebut dalam Alquran, jilbab  bukan suatu tabir fisik semata, tapi juga tabir rohani seseorang. Tujuan mengenakan jilbab pada gilirannya adalah untuk kesopanan, kesucian agama, dan moralitas.

Kini, banyak pilihan cara berjilbab. Yang tengah digemarin saat ini -- tak hanya di Indonesia tapi berbagai belahan dunia lain -- adalah cara berjilbab ala Muslimah Turki, atau jamak disebut Turkish Style.

Perempuan Turki memiliki beberapa gaya yang  unik dan mengagumkan dalam mengenakan jilbab mereka. Menggunakan syal berwarna cerah yang terbuat dari polyester atau sutra di atas selembar kain yang tak panas, gaya ini mudah dan praktis dikenakan. Dan yang jelas, menjamin pekaiannya selalu rapi, karena akan kain katun sebagai "pengaman"-nya, sebelum menngenakan kerudung. Kain inilah yang menjadi aksen: tampil sedikit di atas alis, tapi menyegarkan dan menyangga penampilan secara keseluruhan.

Bagaimana mengenakan jilbab Turkish Style ini? Situs eHow berbagi tips berikut ini:

# Ikat rambut menjadi satu dengan karet membentuk sanggul yang tinggi, hampir lurus dengan bagian tertinggi kepala.

# Lipat jilbab atau syal kecil menjadi menjadi sebuah segitiga, utamakan yang berwarna polos dan tidak panas. Kenakan, dengan diikat di bagian belakang.

# Lipat syal yang lebih besar ukurannya -- yang akan menjadi jilbab luar --  menjadi segitiga.  Tempatkan lipatan jilbab  di bagian atas dahi Anda, dengan ujung di bawah punggung dan dua sudut lainnya di atas bahu Anda.
        

# Tarik jilbab ke bawah dagu, semat dengan peniti.Ikat kedua ujungnya ke belakang leher setelah disilangkan di depan leher. Jangan terlalu ketat agar leher tak tertarik.

# Selamat berpenampilan ala Muslimah Turki.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : eHow, Hijab Style
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...