Keistimewaan si Trendy Fixie, Mudah Diutak-atik dan Bernilai Tinggi

Sabtu, 16 Juli 2011, 18:56 WIB
Republika.co.id/Agung Sasongko
Keistimewaan si Trendy Fixie, Mudah Diutak-atik dan Bernilai Tinggi
Sepeda Fixie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Memodifikasi sepeda fixie bukanlah hal yang sulit. Bahkan sepeda butut yang lama 'dimuseumkan' di rumah dapat disulap menjadi Fixie.

"Berbicara Fixie, berbicara soal kreatifitas, kesabaran dan ketekunan," papar Fandi, anggota Komunitas Fixie, Tremorz, kepada Republika.co.id, Sabtu (16/7).

Sepeda Fixie, menurut Fandi, hanya berintikan satu frame yang bisa diutak-atik sesuai dengan keinginan pemiliknya. Maksudnya, Fixie dapat diadaptasikan dengan gaya klasik, High Tech atau gaya Mountain Track Bike (MTB) atau sepeda gunung. "Tampilan sepeda itu sangat tergantung dari art atau kreatifitas pemiliknya," kata dia.

Seperti halnya kecenderungan modifikasi dalam dunia otomotif, desain yang "dilirik" itu justru yang berasal dari kreatifitas pemiliknya sendiri. "Walau menurut orang itu norak atau alay, pakai pink atau tabrakan warnanya. Itu tidak masalah," kata dia.

Di Bandung misal, Fandi menuturkan, ada komunitas Fixie sana yang mencari frame sepeda bekas dari tempat pembuangan sampah atau pedagang barang loak. Lalu ia mengamplas frame itu, dicat ulang. Rodanya pun beli bekas. "Kalau dihitung-hitung cuma butuh budget dibawah 1 juta," kata dia.

Nah, ada juga teman-teman yang memodifikasi fixie dengan berburu bekas sepeda atlit atau gaya vintage. "Kalau kita dapet, itu jadi kebanggan tersendiri, " kata dia.

Bisnis Potensial

Ketika berbicara modifikasi, maka potensi bisnis pun turut serta. Fandi mengatakan, hampir 50 persen sepeda Fixie berasal dari teman-teman satu komunitas. "Kita pun dalam satu komunitas biasa melakukan transaksi," kata dia.

Semisal, ada suku cadang seperti velg atau rem yang menarik namun dimiliki teman satu komunitas maka terjadilah transaksi. "Jadi, enggak hanya belanja di toko, antar temen juga bisa," kata dia. Menurut Fandi, selain lebih mudah dan praktis, kualitas barangnya terjamin.

Bahkan, menurut dia, transaksi antar teman yang terjadi bisa mencapai 50 juta rupiah. Kondisi itu tidak terlepas dengan pemahaman bahwa kepuasan tidak bisa dibeli. "Transaksi paling murah dua juta, sudah siap pakai, kalau sudah seperti itu, lalu dimodifikasi. Nilainya bisa berlipat-lipat ganda," pungkas dia.

 

 

Rubrik ini bekerja sama dengan TREMORZ CITY BIKE SOCIETY
tremorz.jkt@gmail.com

@TREMORZ_

 

 

 

 

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Agung Sasongko
Aku mendengar Rasulullah saw. niat ihram umrah dan haji dengan ucapan: Labbaika umratan wa hajjan, labbaika umratan wa hajjan (Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah dan haji). (HR Muslim)
wisnu aji, Minggu, 29 Januari 2012, 09:33

apakah yambung buat fixe dari frem gunung apakah di pameran itu ada juhga yg frem butut,dan di club mas fandi ad jugha yg buat dri frem butut

Balas
Adrian Evan, Minggu, 30 Oktober 2011, 15:39

Kata Dia tuh siapa hah ??? buat berita kok ngak ada yang ditanya

Balas
alam kahfixie, Selasa, 26 Juli 2011, 15:52

gan , kalo mao gabung pegimane carenye ?

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...