Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Festival Laskar Pelangi, Saatnya Budaya Melayu Unjuk Gigi

Selasa 11 August 2015 17:08 WIB

Red: Winda Destiana Putri

ObJek wisata Taman Wisata Laskar Pelangi, Belitung Timur

ObJek wisata Taman Wisata Laskar Pelangi, Belitung Timur

Foto: Indonesiatravel

REPUBLIKA.CO.ID, Demi mencapai target kunjungan wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada tahun 2019 nanti, pemerintah kembali membuat festival.

Kali ini berkaca dari suksesnya film Laskar Pelangi di kota Belitung, festival dengan nama yang sama ditargetkan mampu membawa ribuan wisatawan baik asing maupun domestik ke Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esty Reko Astuti mengatakan pemerintah mendukung segala upaya untuk mendorong promosi suatu daerah termasuk pariwisata dan budaya.

Ia mengatakan Festival Laskar Pelangi dapat saja masuk ke dalam kalender jika Gubernur dan Bupati Belitung telah menentukan tanggal perayaannya.

Dengan adanya tanggal tersebut, Esty mengatakan akan memberikan kepastian pelaksanaan festival sehingga memberikan ruang bagi wisatawan juga mempersipakan kunjungan wisatanya.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan pihaknya terus berupaya untuk mempromosikan keindahan alam dan laut Belitung.

"Indahhya laut dan indahnya pulau-pulau kecil segalanya ada di Belitung," ujar dia sat jumpa pers Festival Laskar Pelangi di Gedung Sapta Pesona Selasa (11/8).

Pihaknya berupaya agar Belitung ditetapkan sebagai kawasan khusus pariwisata. Selain itu, dukungan pemerintah dalam menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi Belitung adalah dengan membangun infrastruktur seperti pengembangan bandara sehingga membuka jalur yang lebih luas bagi wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung K A Tajuddin menambahkan Festival Laskar Pelangi akan menampilkan 700 penari kolosal pendulang timah.

Ia menambahkan festival itu akan mempertunjukkan berbagai macam penampilan seni yang sarat akan budaya seperti tarian. Koordinator Pelaksana Festival Laskar Pelangi Alex mengatakan festival tersebut akan mengambil konsep kolosal pendulang timah yang menjadi ikonis festival.

"Tarian pendulang timah kita tampilkan di tanggal 29 Agustus 2015, acara puncak, dari pukul 15.30-16.30 WIB, selama satu jam," tuturnya.

Penari pendulang timah yang terlibat berasal dari 11 sekolah dari kalangan sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama dan sekolah dasar.

Selain itu sebanyak, 50 penari dari sanggar tari setempat juga berpartisipasi dalam tarian itu.

"Ada kolaborasi antara tari dan dua puisi," ujarnya.

Anggota panitia Festival Laskar Pelangi yang mengelola acara, Fitrorozi, mengatakan festival itu akan dibuka pukul 14.00 WIB pada 27 Agustus 2015.

"Untuk menyemarakkan orang datang, kami padukan lagu dan musik dan beberapa tarian kolosal. Kita juga melibatkan TNI (tentara nasional Indonesia) dan Polri (Kepolisian RI)," tuturnya.

Pada 28 Agustus 2015, festival itu akan menampilkan beragam seni dan budaya lokal yang berkarakter Melayu. Selanjutnya, pada 29 Agustus 2015, pihaknya akan menampilkan tarian etnik dan juga tarian api.

"Konsep Festival Laskar Pelangi 2015 menekankan pada konsep tarian dan memperkuat lagi tari pendulang timah jadi 'iconic' sehingga nuansa kesejarahan ada, edukasi, kemudian musikalitas juga semakin menguat," katanya. Selain penampilan anak sekolah yang juga membacakan puisi, ada 20 macam penampilan yang akan dipertunjukkan dalam festival itu.

Penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata mengapresiasi upaya untuk menyelenggarakan festival tersebut dan memberikan bantuan dana. Ia mengatakan 40 murid sekolah gratis di museum yang dikelolanya juga akan berpartisipasi dalam festival itu. Kemudian, ada perpaduan musik dangdut, jaz, keroncong dan pop. Ia berharap Festival Laskar Pelangi dapat menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia di dunia internasional.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES