Minggu, 5 Ramadhan 1439 / 20 Mei 2018

Minggu, 5 Ramadhan 1439 / 20 Mei 2018

Pariwisata Lombok Terkendala Frekuensi Penerbangan

Kamis 06 Agustus 2015 15:44 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Peral of Trawangan pikat wisatawan yang datang ke Lombok

Peral of Trawangan pikat wisatawan yang datang ke Lombok

Foto: Tripadvisor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Faozal mengatakan salah satu kendala tersulit dalam pengembangan pariwisata di Lombok dan Sumbawa adalah karena minimnya penerbangan ke wilayah tersebut.

"Yang utama itu frekuensi terbang maskapai masih kurang. Garuda Indonesia saja dari Bali yang merupakan 'hub' kami, hanya melayani satu kali penerbangan (per hari)," katanya di Jakarta, Rabu (5/8).

Faozal mengatakan tiga maskapai penerbangan yang berhenti beroperasi yakni Transnusa Airlines, Merpati dan Batavia Air telah mengurangi potensi jumlah wisatawan, terutama yang menggunakan penerbangan penghubung (connecting flight) dari Bali.

"Apalagi, saat tiga maskapai itu 'off', tidak ada penggantinya," tambahnya.

Menurut Faozal, idealnya penerbangan penghubung dari Bali ke Lombok ada setiap satu jam sekali. Dengan minimnya frekuensi penerbangan penghubung, maka waktu yang dibutuhkan wisatawan dari Bali ke Lombok menjadi lebih lama.

"Kami kan menyasar wisatawan dari Bali, dengan penerbangan yang minim tentu kurang efisien bagi wisatawan," ucapnya.

Kendati menyesalkan masih minimnya penerbangan penghubung dari Bali, pemerintah daerah setempat menyambut baik bertambahnya penerbangan langsung (direct flight) dari sejumlah kota di Indonesia dan beberapa negara tetangga.

Menurut dia, tujuh kota di Indonesia telah memiliki jalur penerbangan langsung ke NTB melalui sejumlah maskapai penerbangan lokal.

Demikian pula dengan penerbangan langsung dari Malaysia yang mencapai hingga 15 kali terbang dalam sepekan.

"Kami harap rute Perth-Lombok bisa ada lagi setelah 'off' per 1 Januari lalu. Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) sudah bilang ke Air Asia untuk mengadakan rute itu," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya mengatakan pihaknya memang mengarahkan agar wisatawan limpahan Bali bisa masuk ke Lombok.

Lombok dan Sumbawa sendiri tengah berupaya untuk bisa menjadi salah satu andalan wisata Indonesia melalui keindahan alam berupa gunung dan pantai, serta budaya dan hasil bumi dan lautnya.

Provinsi itu membidik 2 juta wisatawan nusantara dan mancanegara pada 2016. Ada pun sepanjang semester I atau Januari-Juni 2015, pihaknya mencatat sekitar 800.000 wisatawan mengunjungi NTB melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), Pelabuhan Lembar, Lombok Barat dan melalui Bali menuju tiga Gili, yakni Trawangan, Air dan Meno yang berlokasi di Kabupaten Lombok Utara.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES