Rabu , 04 March 2015, 11:12 WIB

Kemenpar Akan Buat Kelas Kepariwisataan Bagi Wartawan

Rep: C09/ Red: Indira Rezkisari
Republika/ Tahta Aidilla
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Republika/ Tahta Aidilla)
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan segera membuat kelas khusus kepariwisataan bagi wartawan. Kelas tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi yang sama antara pemerintah dengan wartawan mengenai kepariwisataan.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Ia mengatakan, wartawan-wartawan media perlu memiliki latar belakang ilmu kepariwisataan, seperti marketing, operasi, sumber daya alam (SDA).

“Ilmu dasar kepariwisataan penting untuk rekan-rekan media, agar semua memiliki persepsi yang sama,” jelasnya, Selasa (3/3).

Arief mengakui, media tidak dapat dipisahkan dari dunia industri dan masuk ke dalam salah satu unsur penting dalam perkembangan industri melalui pendekatan pentahelix. Dalam pentahelix, terdapat lima unsur penting kerjasama industri, di antaranya akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media.

“Media harus dimasukkan karena berfungsi menyebarkan informasi dan alat kontrol,” ujar Arief.

Ia menegaskan, ilmu dasar kepariwisataan yang akan diajarkan akan berlevel global standard. Dalam level global, Kemenpar akan menggunakan ukuran kepariwisataan UNTWO.  “Karena kalau kita bicara di level regional Asean atau di level global itu standarnya akan sama,” ungkapnya.

Kemenpar, kata dia, akan membuat sertifikat resmi dan memilih wartawan terbaik dalam kelas tersebut. Kelas direncanakan akan dilaksanakan diberbagai tempat, seperti Bandung, Bali, Medan, dan Makassar.