Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Banyak Penerbangan Murah, Pemilik Hotel Girang, Kok?

Sabtu, 04 Agustus 2012, 02:03 WIB
Komentar : 0
Citilink
Citilink
Citilink

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Penerbangan "low cost" atau "budget airlines" dinilai menjadi salah satu faktor utama pendongkrak tingkat hunian hotel di Indonesia, demikian disampaikan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

"LCC (Low Cost Carrier) sangat membantu mendorong naiknya tingkat hunian hotel terutama untuk wisatawan nusantara (wisnus)," kata Ketua Umum PHRI, Yanti Sukamdani.

Ia mengatakan, penerbangan "no frills flight" yang kini banyak diterapkan maskapai-maskapai seperti AirAsia dan Citilink, terbukti mampu memobilisasi wisnus dengan efektif.

Banyak wisnus, kata dia, yang semakin teredukasi untuk memilih transportasi udara khususnya LCC daripada transportasi darat, dan itu berdampak pada tingkat hunian hotel yang naik. "Ini sangat membantu penambahan jumlah kamar hotel, apalagi jika penerbangan itu linkage dengan beberapa negara di luar negeri," ucapnya.

Pihaknya mencatat dampak merebaknya LCC mendorong hotel-hotel bintang 2, bintang 3, dan budget hotel semakin diminati. Sementara tujuan wisata pilihan yang menjadi favorit meliputi Bali, Lombok, Rajaampat, Yogyakarta, dan Medan. "Untuk hotel bintang 3 dan bintang 4 tetap diminati walaupun tidak sebesar bintang 2-3 dan budget hotel," paparnya.

PHRI mencatat kenaikan tingkat hunian hotel untuk wisnus naik 5 persen dan wisman meningkat 3 persen. "Rata-rata tingkat hunian hotel di Indonesia sampai semester I tahun ini mencapai 65 persen dengan tarif kamar yang paling diminati berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu," tuturnya.

Ia mengatakan, penambahan jumlah hotel juga semakin meningkat di wilayah Indonesia Timur, selain itu juga di Medan, Batam, dan Jakarta.

Hal itu menurut dia karena saat ini telah diberlakukan kemudahan dalam hal perizinan hotel dan TDU bagi investor di bidang perhotelan.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berlebaran di Wilayah Konflik
WASHINGTON -- Hari Raya Idul Fitri adalah hari kebahagian bagi umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Namun tahun ini tidak...