Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kontrak Habis, Hotel di Bali Ini Tutup Sementara

Selasa, 29 Mei 2012, 01:09 WIB
Komentar : 0
wikipedia
Kamar hotel/ilustrasi
Kamar hotel/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero menutup sementara Hotel Inna Putri Bali dengan kapasitas 384 kamar yang berlokasi di Nusa Dua, Bali, menyusul masa kontrak 30 tahun yang telah selesai. "Beroperasi lagi hotel di Nusa Dua pada kuartal III-2013 untuk mengejar APEC," kata Direktur Utama PT HIN Intan Abdams Kattopo ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Intan juga mengatakan bahwa BUMN perhotelan ini membuka kembali dua hotel di Padang dan Bali. Lebih lanjut, dia mengungkapkan, perseroan akan memperpanjang kontrak Hotel Inna Putri Bali selama 20 tahun ke depan. Selain itu, perseroan sedang merenovasi hotel bintang tersebut. Renovasi diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 400-500 miliar.
Ia mengakui dana renovasi ini berasal dari kas internal sekitar 30 persen dan lembaga pembiayaan 70 persen.

Dengan adanya revonasi hotel di Nusa Dua, Bali, ini maka laba bersih perseroan sepanjang 2012 diperkirakan hanya Rp 5,7 miliar. "Karena investasi kita pada tahun ini besar sekali. Tahun ini merupakan 'investment year'," katanya.
Dikatakannya, pada tahun ini dua hotel milik PT HIN, yakni Hotel Inna Muara Padang dan Hotel Inna Kuta Beach, akan beroperasi kembali setelah dilakukan renovasi tahun lalu. "Hotel di Padang akan 'soft launching' Mei 2012 dengan kapasitas 168 kamar, sedangkan hotel di Bali beroperasi awal Juli 2012 berkapasitas 220 kamar," katanya.

Renovasi yang dilakukan untuk dua hotel tersebut pada tahun lalu, menurut Intan, menekan laba bersih perseroan pada 2011. Laba bersih turun menjadi Rp 25,9 miliar dibandingkan dengan 2010 yang sebesar Rp 27,7 miliar.


Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : antara
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...