Senin , 16 April 2012, 04:00 WIB

Menelusuri Jejak Stasiun Kereta Pertama di Jakarta (1)

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Yudha Manggala P Putra
Wikipedia/Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute (KIT)
Stasiun Gambir di tahun 1939
Stasiun Gambir di tahun 1939

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Apakah stasiun yang pertama dibangun di Ibu Kota Jakarta? Mungkin tidak banyak yang menyangka, kalau di dekat Stasiun Jakarta Kota sudah lebih dulu berdiri stasiun kereta lain yang menjadi tempat 'mangkal' pertama untuk kereta. Namanya Stasiun Batavia Noord, yang kini tinggal nama.

“Stasiun itulah yang merupakan stasiun pertama di ibu kota,” tutur Executive Vice President Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah Kereta Api Indonesia, Ella Ubaidi kepada Republika.     

Tahun 1871 adalah masa dimana kisah stasiun ini dimulai. Pada 16 September, jaringan rel pertama di Batavia antara Kleine Boom (Pelabuhan) dan Koningsplein (Medan Merdeka) diresmikan. Jaringan ini dibangun oleh Netherland Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) sejauh sembilan kilometer, dengan lebar rel 1.067 milimeter.

Stasiun pertamanya adalah Batavia Hoofdstation (Stasiun Pusat Batavia) atau juga disebut Stasiun Batavia NIS, berada di sebelah gedung Raad van Justitie (sekarang Museum Seni Rupa & Keramik). Saat ini, lokasi bekas stasiun tersebut menjadi lapangan parkir gedung Bank BNI 1946.

Enam tahun berikutnya, Departemen Pembangunan Kelautan Batavia membuat kontrak dengan Staat Spoorwegen (SS) untuk membangun jalur kereta api menuju Tanjung Priok. Jalur ini dipakai untuk mengangkut pekerja dan material yang akan digunakan untuk membangun Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah delapan tahun berjalannya kontrak kerja itu, SS akhirnya mengambil alih pengelolaan jalur kereta api ini dari departemen tersebut.

Pada 1887, Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS) membuka jalur menuju Bekasi melalui tepi timur Batavia. Stasiun utamanya terletak 200 meter di selatan Stasiun Batavia NIS. Posisinya saat ini di tempat Stasiun Jakarta Kota berada. Stasiun inilah yang kemudian dikenal masyarakat Batavia sebagai Beos, yang didapat dari cara mereka melafal nama perusahaan pemilik stasiun ini, yaitu BOS.