Kamis, 19 Zulqaidah 1436 / 03 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Alam, Masjid Tertua di Batavia

Minggu, 03 Juli 2011, 11:16 WIB
Komentar : 0
www.republika.co.id
Peserta 'Melancong Bareng Abah Alwi' edisi 'Menelusuri Jejak Portugis di Kampung si Pitung' mendengar penjelasan sebelum melakukan perjalanan wisata sejarah.
Peserta 'Melancong Bareng Abah Alwi' edisi 'Menelusuri Jejak Portugis di Kampung si Pitung' mendengar penjelasan sebelum melakukan perjalanan wisata sejarah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Berbicara soal masjid, hingga kini belum bisa dipastikan masjid mana yang paling tua di Jakarta. Bisa jadi, masjid Al-Alam merupakan salah satunya.

Kepada peserta 'Melancong Bareng Abah Alwi' edisi 'Menelusuri Jejak Portugis di Kampung si Pitung', Alwi Shahab, pemerhati sejarah Jakarta, mengatakan keberadaan masjid tua di Jakarta sulit untuk dipastikan. Namun, menurut dia, ketika Islam menyebar di Jakarta itu keberadaan masjid berlokasi tak jauh dari pesisir pantai.

"Masjid Al-Alam bisa jadi yang tertua. Sebab, sejarah mencatat masjid ini dibangun oleh Fatahillah pada abad ke 15," kata dia.

Menurut Abah, masjid yang kini dilihat para peserta melancong bukanlah bentuk aslinya. Serupa dengan masjid tua lain seperti masjid Langgar Tinggi dan Masjid al-Anshor, masjid Al-Alam mengalami renovasi berkali-kali.

Tanda bentuk asli Masjid Al-Alam terletak pada empat tiang fondasi besar di tengah bangunan utama masjid. Keempat tiang ini umumnya banya ditemukan di setiap masjid tua di pulau Jawa. "Sebelum dibangun ulang pangeran Jayakarta, kondisinya rusak berat," kata dia.

Saat itu, lanjut Abah, para pengikut Pangeran Jayakarta tengah menelusuri Batavia melalui sungai Ciliwung dengan Perahu. Tanpa sengaja mereka melihat masjid tidak terpelihara bahkan nyaris roboh. Melihat kondisi itu, pengikut pangeran Jayakarta segera membangun ulang.

Sekarang, kondisi masjid Al-Alam begitu megah dan luas. Posisinya sebagai cagar budaya menjadikan masjid ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Sekarang kondisinya lebih baik. Perhatian terhadap masjid ini sangat besar meski berada dalam ruang terpencil," pungkas Abah.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Didi Purwadi
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.(QS. Al-Nahl:69)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Urusan Visa Selesai, Jamaah Haji Khusus Maktour Berangkat
TANGERANG -- Maktour akhirnya melepas jamahnya pada Rabu (2/8). Ini menjadi keberangkatan pertama dari jamaah Maktour. Direktur Operasional Maktour,  Ismail Adan Mahsyur mengatakan...