Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wisatawan Candi Borobudur Senang Pakai Sarung Batik

Senin, 09 Mei 2011, 21:47 WIB
Komentar : 0
Candi Borobudur
Candi Borobudur

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA - Wisatawan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merasa senang memakai kain sarung motif batik untuk naik ke bangunan candi, kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Purnomo Siswoprasetyo.

"Wisatawan khususnya dari mancanegara menyatakan senang ketika naik bangunan Candi Borobudur harus mengenakan kain sarung motif batik. Mereka justru merasa bangga mengenakan kain batik karena bagi mereka merupakan pengalaman yang tak terlupakan," kata Purnomo di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan pihaknya sampai saat ini masih memberlakukan ketentuan bagi wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur wajib mengenakan sarung saat mengelilingi candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun sekitar abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra itu.

"Wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara menyatakan tidak masalah dengan diberlakukannya program sarung batik ini. Untuk itu, kami menyiapkan sekitar 10 ribu lembar kain sarung batik untuk dikenakan para wisatawan saat naik ke bangunan candi," katanya.

Menurut dia, progam ini dimaksudkan untuk pelestarian dan meningkatkan penghargaan terhadap Candi Borobudur sebagai karya agung nenek moyang Bangsa Indonesia dan warisan peradaban dunia. "Dengan demikian, wisatawan yang mengenakan kain sarung batik berarti juga menghormati bangunan candi Buddha tersebut," kata Purnomo.

Ia mengatakan secara teknis ada petugas yang membantu wisatawan saat mengenakan sarung sebelum naik ke candi, dan melepasnya saat mereka meninggalkan pelataran candi. Petugas telah mendapatkan pelatihan secara khusus untuk melayani wisatawan terkait dengan program sarungisasi tersebut.

"Uji coba program itu dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2010, dan ternyata memakai sarung motif batik saat di candi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga program ini kami realisasikan. Kami akan terus melanjutkan program tersebut," katanya.

 

------------------------

Anda punya pengalaman mengesankan saat mengunjungi tempat-tempat wisata menarik? Kirimkan tulisan Anda beserta foto-foto ke: kirimanpembaca@rol.republika.co.id. Tulisan disertai identitas jelas pengirim.

Redaktur : Johar Arif
Sumber : Antara
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar