Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Enam Hal yang Bisa Merusak Hubungan Romansa

Ahad 15 Januari 2017 12:32 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri

Sepasang kekasih

Sepasang kekasih

Foto: Pexels

REPUBLIKA.CO.ID, Kesalahan kecil yang tidak disadari ternyata bisa merusak hubungan romansa, apalagi pasangan yang sudah menikah. Agar itu tidak terjadi, hindari melakukan enam hal  yang berpotensi mengacaukan hubungan Anda bersama pasangan seperti yang diulas berikut ini.

Membahas mantan

Terapi pernikahan dan keluarga, Heather dan Eric Viets, menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari percakapan soal mantan atau kisah cinta Anda yang telah lalu. Selain tak ada faedahnya, ini bisa mengesankan Anda masih menyimpan rasa terhadap mantan atau tanpa sadar membuat perbandingan.

Terlalu buka-bukaan

Perasaan nyaman membuat pasangan yang sudah menikah secara drastis segera membagi segala hal dan kisah dalam hidup satu sama lain. Meredith Fineman, pencetus laman kencan daring Fifty First (J) Dates tidak menganjurkan itu terjadi terlalu cepat karena menganggap misteri adalah salah satu bumbu yang memperkuat hubungan.

Menganggap pasangan sempurna

Kate Figes, penulis buku Couples: How We Make Love Last mengatakan pentingnya memahami bahwa pasangan kita tak sempurna. Mengharapkan seseorang selalu bersikap seperti yang Anda inginkan atau memahami Anda sepanjang waktu bukanlah resep hubungan yang sehat.

Posesif sepanjang waktu

Hanya karena sudah menikah, bukan berarti tiap detik dalam hidup bisa dihabiskan bersama pasangan. Menjadi terlalu posesif juga dapat berbuah buruk karena akan membuat pasangan tidak nyaman, merasa selalu dituntut, dan menganggap dirinya tidak dipercaya.

Menghindari diskusi serius

Masa awal pernikahan memang bagai berlinang madu, tapi ada saatnya Anda berdua mulai masuk pada diskusi serius untuk jangka panjang. Buat kesepakatan mengenai apapun dalam hubungan, baik komitmen berumah tangga, memiliki anak, atau urusan finansial.

Berbohong

Psikoterapis Barton Goldsmith menulis di Psychology Today, kebohongan sekecil apa pun harus dihindari dalam sebuah hubungan. Lebih baik berkomunikasi secara terbuka mengenai apa yang Anda inginkan atau maksudkan daripada mengatakan kebohongan putih alias white lie untuk menghindari argumen panjang, dilansir laman Dailymail.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES