Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Barcode Mozaik Terangkan Wisata di Rio de Janeiro

Sabtu, 26 Januari 2013, 14:28 WIB
Komentar : 0
IST
Barcode di jalanan Kota Rio de Janiero, Brasil.

REPUBLIKA.CO.ID, ROI DE JANEIRO -- Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota Rio de Janeiro, Brasil untuk menjaring wisatawan. Teranyar mereka membuat sebuah barcode dari batu mosaik yang merupakan simbol kota tersebut.

Barcode itu adalah penggabungan teknologi dengan tradisi sebagai upaya menarik wisatawan berkunjung kesana.

Barcode dua dimensi atau yang biasa disebut dengan kode QR itu, dipasang di jalanan di Pantai Ipanema, Rio de Janeiro. Gambar tersebut terbuat dari batu berwarna hitam dan putih yang mirip dengan batu pembuat trotoar. Batu-batu itu disusun sedemikian rupa dan membentuk pola-pola mosaik.

Peluncuran barcode itu terbukti menarik penonton, yang segera mengunduh aplikasi untuk barcode tersebut. Aplikasi tersebut akan membaca barcode yang difoto dan membawa pengguna aplikasi ke sebuah situs berisi peta daerah. Situs tersebut berbahasa Portugis, Spanyol, dan Inggris.

Pemerintah Kota Rio de Janeiro rencananya akan membuat sekitar 30 barcode di sepanjang pantai, dan lokasi historis lainnya. Tujuannya, tak lain agar dua juta wisatawan asing yang datang ke Rio de Janeiro dapat mempelajari kota sambil berjalan-jalan di kota.

"Jika ingin menambah jumlah wisatawan di Brasil, ini cara yang sangat berguna," ujar Kepala Konservasi dan Pekerjaan Umum Rio, Marcos COrrea Bento, seperti dilansir laman AP.

Salah satu wisatawan, Raul Oliveira Neto mengaku barcode seperti ini menjadi yang pertama dalam menjaring wisatawan.

"Kami menggunakan begitu banyak teknologi untuk menyampaikan informasi dan ini sangat masuk akal," kata dia.

Reporter : Friska Yolanda
Redaktur : Karta Raharja Ucu
1.023 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...