Kamis , 07 Desember 2017, 18:50 WIB

Menikmati Hotel Bernuansa Seni di Yogyakarta

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Wahyu Suryana.
Salah satu interior Artotel.
Salah satu interior Artotel.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Artotel Yogyakarta merupakan salah satu pendatang baru yang patut diperhitungkan di industri perhotelan DI Yogyakarta. Pasalnya, hotel ini mengusung gaya arsitektur modern yang dikombinasikan dengan pesona budaya lokal DI Yogyakarta.

Artotel terletak di Jalan Kaliurang KM 5,6 No 14, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman , DI Yogyakarta. Hotel yang sangat khas dengan sentuhan-sentuhan seni milik Rasanto Group dari Semarang ini telah resmi beroperasi 7 Desember 2017.

Seluncuran sebagai pengganti tangga dari lantai dua ke lantai satu jadi penerima tamu yang kerap menarik perhatian setiap pengunjung yang memasuki lobi. Terbuat dari kuningan kokoh yang dilengkapi matras tipis, seluncuran jadi daya tarik setiap tamu yang datang.

Terinspirasi dari salah satu unsur budaya lokal DI Yogyakarta, anyaman yang memiliki filosofi kuat dan kokoh dapat ditemui hampir di setiap sudut. Penerapan unsur anyaman dengan tema 'Keselarasan dalam Harmoni' dituangkan baik dalam interior maupun eksterior.

Sebanyak 105 kamar berukuran 23, 25, dan 41 meter persegi tersedia dengan ruangan kamar artistik dan dilengkapi tv layar datar 43 inch, safe deposit box, mesin pembuat kopi dolce gusto, mini bar, dan koneksi internet di semua titik.

Kamar memberikan pemandangan Gunung Merapi, Kota Yogyakarta, dan tentu Jalan Kaliurang. Ada restoran dan bar ROCA yang sedia 24 jam, empat ruang pertemuan berkapasitas 120 orang, kolam renang dan ciri khasnya yaitu artspace yang berfungsi sebagai galeri seni.

Setidaknya ada enam seniman lokal yang turun tangan menuangkan karya-karyanya menghias seisi Artotel Yogyakarta, dengan kuratornya yaitu penggagas Art Jot, Heri Pemad. Salah satu seniman yaitu Fathoni Makturodi yang menuangkan konsep Roro Djonggrang.

Ada pula komikus Apri Kusbiantoro yang memberi sentuhan cerita rakyat Punakawan, Soni Irawan yang menggarap cerita rakyat Aji Saka, Uji Hahan lewat karya tentang Gunugn Tidar, Ronald Aprian dengan sentuhan bertema flora dan fauna serta Tempa yang berkolaborasi dengan Rara dan Putud menuangkan inspirasi Dewi Sri ke ROCA dan seragam karyawan.

Direktur Hospitality Rasanto Group, Handoko Wignjowargo mengatakan, kehadiran Artotel Ygyakarta akan memberikan nuansa baru bagi bisnis perhotelan DI Yogyakarta. Ia berharap, kehadiran Artotel tidak hanya memberi manfaat kepada semua elemen, terutama masyarakat.