Kamis , 03 Agustus 2017, 13:59 WIB

BNI Syariah dan Pemprov NTB Kerja Sama Sektor Wisata Halal

Red: Qommarria Rostanti
Musiron/Republika
Bukit Merese Tanjung Aan, Lombok, NTB, Jumat (27/1). Mandalika, Wisata Syariah
Bukit Merese Tanjung Aan, Lombok, NTB, Jumat (27/1). Mandalika, Wisata Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, AKARTA -- BNI Syariah bekerja sama dengan pemerintah daerah serta Dinas Budaya dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam pengembangan sektor wisata halal. Keduanya mengadakan Business Gathering Halal Tourism Lombok pada Rabu (2/8).

Berdasarkan data Mastercard-Crescent Rating, Indonesia masuk dalam peringkat ketiga sebagai negara tujuan wisata muslim berdasarkan data yang didapat dari Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017. Selain itu, berdasarkan data Asosiasi Agen Tur dan Travel Indonesia (Asita), potensi jumlah wisatawan halal sebanyak 15 juta orang dengan jumlah transaksi sekitar Rp 223 triliun.

Tingginya minat masyarakat terhadap kebutuhan akan wisata halal, membuat BNI Syariah menghadirkan program wisata halal bertema Hasanah Tourism. Program ini sejalan dengan tujuan BNI syariah untuk menjadi mitra Hasanah dalam memenuhi setiap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal berwisata dengan fasilitas yang serba halal. Dalam kesempatan yang sama, kepedulian BNI Syariah terhadap pengembangan potensi ekonomi dan industri pariwisata halal NTB diwujudkan dalam bentuk nyata melalui penandatangan nota kesepemahaman dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB.

BNI Syariah berkomitmen memberikan layanan peningkatan akses modal melalui skema pembiayaan serta melakukan edukasi perbankan syariah kepada pelaku usaha ekonomi kreatif kecil dan menengah di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB. BNI Syariah juga menyediakan produk perbankan syariah lainnya yang dapat mendukung sektor wisata NTB.

“Alhamdulillah BNI Syariah dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB dapat bersinergi mendukung perkembangan sektor wisata halal," kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (3/8).

Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi akselerasi pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah dari sektor pariwisata NTB. "BNI syariah juga berharap dapat mempermudah akses masyarakat untuk menikmati wisata halal melalui iB Hasanah Card yaitu kartu pembiayaan yang dapat dimanfaatkan sebagai kartu travelling”, ujar Abdullah.

Kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam berwisata. "Semoga ke depannya dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan BNI Syariah sehingga percepatan ekonomi daerah dan sektor wisata halal NTB dapat terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi NTB,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal.

Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memberikan potensi ekonomi cukup besar terhadap perkembangan bisnis wisata halal. Kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Indonesia dapat menjadi modal yang diharapkan dapat menarik wisatawan muslim baik lokal maupun mancanegara.

Salah satu provinsi yang memiliki potensi tersebut adalah NTB. Dalam ajang Penghargaan Pariwisata Halal Terbaik Dunia 2016, NTB memenangkan tiga kategori yaitu Destinasi Bulan Madu Halal Terbaik Dunia, Resor Pantai Halal Terbaik Dunia, dan Situs Travel Halal Terbaik Dunia. Hingga akhir 2017, jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB diprediksi mencapai 3,5 juta wisatawan. Dalam kurun waktu 2015 hingga 2016 wisatawan Muslim yang berkunjung ke Lombok meningkat sebanyak 50 persen dari 1 juta menjadi 1,5 juta jiwa.