Rabu , 03 June 2015, 00:35 WIB

Lindungi Usia Emas Anak

Red: Agung Sasongko
Prayogi/Republika
Memiliki anak dengan rentang usia tidak jauh memberi tantangan tersendiri terutama pada tahun awal pertumbuhan anak.
Memiliki anak dengan rentang usia tidak jauh memberi tantangan tersendiri terutama pada tahun awal pertumbuhan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMP2AKB) meminta seluruh orang tua di wilayah itu memaksimalkan perkembangan anak khususnya pada usia dini.

"Karena pada usia dini perkembangan fisik, motorik, intelektual, maupun sosial anak terjadi sangat pesat, sehingga para ahli menyimpulkan bahwa keberhasilan pada masa ini akan menentukan masa depan seorang anak," kata Ketua BPMP2AKB Kota, Aratuni, di Palangka Raya, Selasa Malam.

Aratuni menerangkan, 50 persen variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 0 - 4 tahun, 30 persen berikutnya terjadi pada usia 4 - 8 tahun dan sisanya ketika usia anak 8 - 18 tahun.

"Itu berdasarkan teori Osborn, White, Bloom yang saya baca dan secara ilmiah tentu sudah dibuktikan. Untuk itu orang tua harus memberikan rangsangan yang positif terutama pada masa emas tumbuh kembang anak, yakni usia 0 sampai 4 tahun," katanya.

Ia menjelaskan masa tersebut, otak dapat menerima berbagai stimulus spesifik karena masih sangat pekanya ingatan yang dimiliki.

"Rangsangan akan sangat efektif ketika anak masih berusia dini, terutama usia 4 tahun ke bawah atau yang biasa kita sebut usia emas. Apa yang dilakukan dan didapatkan anak masa itu sangat menentukan arah perkembangan dan cara pemikiran anak pada masa depan," katanya.

Untuk memaksimalkan perkembangan anak pada masa emas itu, kata dia, mereka membutuhkan kasih sayang secara penuh dari kedua orang tua atau sekurang-kurangnya dari satu orang dewasa. Selain itu, lanjutnya, lingkungan bermain dan bergaul dengan teman sebaya juga menjadi salah satu faktor utama menyumbang keberhasilan tersebut.

"Untuk itu, semua pihak harus peduli terhadap perkembangan dan perlindungan anak. Perlindungan anak tanggung jawab kita semua, terutama para orang tua. Masalah ini tidak bisa hanya diserahkan pada pemerintah," katanya.

Menurut dia, ketika semua pihak memiliki rasa kewajiban untuk melindungi dan memaksimalkan perkembangan anak, maka dapat dipastikan anak-anak akan aman dan bisa tumbuh kembang secara normal. "Pada akhirnya anak-anal kita nantinya menjadi generasi penerus yang dapat diandalkan untuk membangun bangsa ini," katanya.

Sumber : Antara