Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Salah Asuh Orangtua, Anak Bisa Jadi Homo dan Lesbi

Wednesday, 23 January 2013, 15:29 WIB
Komentar : 1
dok. Republika
Aksi anti penyimpangan seksual.
Aksi anti penyimpangan seksual.

REPUBLIKA.CO.ID, Tanpa disadari, pola asuh yang salah dari orangtua bisa menyebabkan penyimpangan seksual terhadap anak. Pertama, jenis kelamin anak yang tidak diinginkan orangtua. Menurut psikolog Lusi Triyani, banyak kasus misalkan, ketika anak ketiga ingin perempuan, tetapi yang lahir laki-laki lagi --atau sebaliknya membuat orangtua frustasi. Akibatnya, orangtua mendandani bayi tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Anak laki-laki diberi pakaian rok, mainan boneka, memakai sepatu perempuan. Pola asuh yang tidak sesuai ini bisa membuat anak menyimpang dari kodrat yang sebenarnya.

Kesalahan kedua, lanjut Lusi, membiarkan kebiasaan anak menyimpang. Orangtua adalah contoh bagi anak-anaknya. Ketika ibu berdandan, anak biasanya meniru. Jika anak perempuan yang mengikuti tidak masalah, tapi jika anak laki-laki, orangtua harus tegas melarang.

Jika orangtua membiarkan anak laki-laki berdandan, memakai lipstik, bedak, tersenyum di kaca, lenggak-lenggok mengenakan selop membuatnya senang. Anak merasa tidak ada yang salah. Kebiasan ini membuat ia semakin nyaman, pada akhirnya bisa membuat anak menyimpang.

Ketiga adalah kekerasan dalam rumah tangga. Lusi menegaskan, orangtua tidak boleh menampakkan kekerasan di hadapan anak-anak, baik dilakukan ayah terhadap ibunya, atau sebaliknya. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan seksual anak-anak.

Ibu yang dominan melakukan kekerasan terhadap ayah, membuat harga diri ayah jatuh di mata anak. Akibatnya, anak menjadi benci terhadap sosok ibu (perempuan, red). Kalau anak laki menjadi tidak menyukai perempuan, sebaliknya yang perempuan akan mencari sosok pengganti ibunya yang lemah lembut.

Sebaliknya, bila ayah yang dominan menyiksa ibunya membuat anak perempuan enggan menikah. Untuk apa menikah, nanti menderita seperti ibu? Padahal, perkembangan seksual anak akan terus tumbuh. Ketika ada kaum sejenis yang mendekatinya membuat anak nyaman, klop bisa terjerumus.

Reporter : Susie Evidia
Redaktur : Endah Hapsari
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kewajiban Muslim Penuhi Hak-Hak Binatang
JAKARTA -- Ketua Pemuliaan Lingkungan Hidup & SDA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Hayu Prabowo menuturkan sudah menjadi kewajiban seorang Muslim untuk...