Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ingat, Jangan Paksa Anak TK Bisa Membaca

Senin, 23 Juli 2012, 17:39 WIB
Komentar : 3
Anak Membaca
Anak Membaca

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Psikiater Prof Dr dr Luh Ketut Suryani SpKJ meminta para guru jangan memaksa siswa Taman Kanak-kanak (TK) untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung.

"Jangan membuat anak-anak harus tahu segalanya dan mengerti berbagai ilmu pengetahuan, biarkan saat di TK mereka puas dengan masa bermainnya. Anak-anak masuk TK sesungguhnya ingin bermain dan mengenal lingkungan," katanya di sela perayaan Hari Anak Nasional yang mengambil tema 'Keceriaan Anak, Keceriaan Bangsa', di Denpasar, Senin (23/7).

Namun sayangnya, ucap Suryani, para guru dan orang tua cenderung ingin anaknya yang masih TK agar bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung). "Kebanyakan guru TK dan juga SD kelas I mereka tidak mau tekun mengajarkan anak calistung, mereka hanya mau menerima yang sudah jadi. Anak diminta membaca sendiri buku teks pelajaran dengan sedikit sekali tuntunan," ucapnya.

Menurut dia, dengan memaksa anak demikian justru dapat membuat anak-anak menjadi takut untuk belajar dan merasa tidak gembira. "Padahal kalau anak gembira, maka ke depannya mereka akan lebih mempunyai semangat juang dan kreatif, tidak hanya berguna untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan bangsa," katanya yang juga Direktur Suryani Institute For Mental Health.

Seharusnya kata dia, jangan membuat anak tambah takut belajar, tetapi jadikan mereka untuk selalu ingin tahu. "Guru-guru SD paling tidak dapat menyediakan waktu khusus bagi siswa-siswi untuk belajar menulis halus dan juga mendampingi membaca," katanya.

Di sisi lain, Suryani menilai guru-guru sekarang sangat jarang mengajarkan peserta didiknya menyanyi sebagai salah satu upaya membangun kegembiraan pada anak-anak. Seyogyanya, lanjut dia, biarkan anak-anak berkembang dengan wajar, karena sesungguhnya setiap anak punya kelebihan dan keunikan yang tidak harus dari sejak dini dipaksa untuk bisa berbagai hal.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  syeqiya Rabu, 25 Juli 2012, 04:09
anak kelas satu aja klo mo sekolah isi bukunya sekoper.. sd fav di tes calistung masuknya
  Faseil Selasa, 24 Juli 2012, 22:36
Yang pertama dan yang utama diajarkan kepada anak adalah mengenal Allah SWT, lalu mengajarkan Al-Qur'an baru yang lain. 18 Th kami mengelola tk Al-Qur'an, Alhamdulillah tidak satupun mengalami apa yang disebutkan oleh ibu Prof. malah berprestasi