Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Agar Anak Aman Nonton TV, Inilah Tipsnya

Rabu, 13 Juni 2012, 10:03 WIB
Komentar : 1
StockPhoto
Menonton televisi, ilustrasi
Menonton televisi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Menonton televisi boleh jadi dianggap sebagai aktivitas menyenangkan. Betul begitu? Salah, ternyata. Para pakar menyebutkan, banyak akibat yang bisa ditimbulkan oleh anak yang terlalu lama memelototi layar kaca itu. Tak hanya bisa menyebabkan obesitas, aktivitas ini juga akan berpengaruh pada kemampuan akademis dalam jangka panjang.

Spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K) mengungkapkan sebuah penelitian terhadap anak di bawah 3 tahun dan 3-5 tahun yang menonton televisi. Dalam penelitian itu, anak di bawah 3 tahun melihat TV rata-rata 2 jam sehari dan anak 3-5 tahun rata-rata 3 jam sehari.

Setelah berusia 6-7 tahun dilakukan penilaian. Hasilnya, setiap jam melihat TV anak di bawah 3 tahun menunjukkan penurunan uji membaca, uji membaca komprehensif, dan penurunan memori. Sebaliknya, anak 3 - 5 tahun memiliki kemampuan mengenal dengan membaca naik. Artinya, anak di bawah 3 tahun lebih banyak menyebabkan efek buruk kecuali kemampuan mengenal dengan membaca.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk itu:

Batasi waktu menonton TV.

Kurang dari 1 jam sehari bagi anak prasekolah.

Kurang dari 2 jam sehari anak yang lebih besar.

Pada anak sekolah dasar dan yang lebih besar, negosiasikan jumlah jam dan rencana jenis acara yang akan ditonton.

Pekerjaan rumah harus didahulukan, tanpa menghidupkan TV.

Orang tua dari bayi harus mulai merencanakan pembatasan televisi bagi anak.

Bila ada masalah perilaku atau gangguan konsentrasi, cobalah menghindari TV untuk periode tertentu dan perhatikan hasilnya.

Perhatikan acara apa yang dilihat anak.

Jangan pasang televisi di kamar tidur.

Jadikan televisi sebagai media belajar.

Duduk bersama anak.

Berdiskusi dan menanyakan apa yang terjadi di televisi.

Membantu anak menafsirkan apa yang dilihatnya.

 

Reporter : Burhanuddin Bella
Redaktur : Endah Hapsari
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...