Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Ciri Jajanan yang Sehat untuk Anak

Thursday, 05 January 2012, 22:27 WIB
Komentar : 1
ANTARA/Saiful Bahri
Jajanan sekolah (Ilustrasi)
Jajanan sekolah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR -- Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya jajan makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Sayangnya masih banyak orang tua belum tahu ciri jajanan yang bersih dan sehat. “Kebanyakan orang ingin anaknya jajan sehat. Tapi mereka seringkali tidak peduli,” ujar pemerhati pangan, Istu Sutarti kepada Republika.

Jajanan yang sehat dapat dikenali dari sejumlah ciri. Pertama, jajanan tersebut minim kandungan bahan pengawet. Artinya jajanan yang akan dikonsumsi adalah jajanan segar yang dimasak dan langsung disantap. Misalnya, bakso, siomay, dan gado-gado. Orang tua sebaiknya menganjurkan anak-anak menghindari jajanan dalam kemasan. Apalagi bila jajanan yang dibeli mengandung warna atau bau yang mencolok.

Ciri lain mengenali jajanan sehat bisa dilihat dari lokasi jualan. Memilih tempat jajanan yang sehat bisa meminimalisir kemungkinan cemaran mikrobiologi pada makanan. Kendati begitu, tempat yang bersih saja belum cukup. Jajanan  yang dibeli juga harus dimasak dan disajikan dengan cara yang baik.

Istu mencontohkan, minyak yang digunakan untuk menggoreng tidak dipakai berulang-ulang. Bungkus dijadikan kemasan tidak sembarangan. Dan wadah yang digunakan sebagai tempat penyajian benar-benar bersih.”Hindari makanan yang dibungkus dengan plastik kresek hitam paku karena mengandung cemaran kimia berbahaya,” kata Istu.

Selain itu, yang juga tak kalah penting adalah memperhatikan kebersihan diri si penjual jajanan. Anak-anak sebaiknya membeli jajanan di warung yang penjualnya memperhatikan kebersihan. Istu mencontohkan, jangan membeli jajanan ke penjual yang tidak menggunakan sarung tangan saat mengambil makanannya. Karena bisa saja tangan si penjual tidak higienis karena habis digunakan memegang uang, mencuci piring, merokok, dan menggaruk tubuh. 

Terakhir, Istu menyarankan cara terbaik dan paling aman melindungi anak-anak dari jajanan berhaya adalah dengan membuatkan bekal makanan sendiri dari rumah. “Sebaiknya orang tua menyempatkan waktu untuk membuat bekal. Karena masakan orang tua adalah yang terbaik,” saran Istu


Reporter : M Akbar Widjaya
Redaktur : Heri Ruslan
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...