Senin , 05 Oktober 2015, 16:21 WIB

Pengunjung World Expo Milano Kesengsem Wanginya Kopi Indonesia

Red: Dwi Murdaningsih
Kementrian Perdagangan.
Pengunjung World Expo Milano menikmati kopi Indonesia.
Pengunjung World Expo Milano menikmati kopi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Paviliun Indonesia di ajang World Expo Milano 2015 berinovasi  agar tampil lebih menarik. Dengan mengangkat tema “Stage of the World” Paviliun Indonesia mengadakan berbagai macam pertunjukan seni tradisional Indonesia di pentas Internasional.

Pada 28 September hingga 2 Oktober 2015, Kementerian Perdagangan menyelenggarakan acara Indonesia Coffee Week dengan tujuan untuk mempromosikan serta meningkatkan produksi dan ekspor kopi Indonesia.

“Indonesia harus bisa menjadi penyuplai kopi peringkat pertama dunia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, di Jakarta, Jumat (25/9).

Dirjen PEN bersama Gabungan Asoiasi Eksportir Kopi (GAEKI) memperkenalkan eksotisme rasa kopi Indonesia di area WEM 2015 melalui kegiatan cupping & networking, display khusus, serta pembagian kopi gratis selama seminggu. Kopi yang disajikan berasal dari seluruh sentra penghasil kopi di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Bali dan Flores, Sulawesi, serta Papua.

Ekspansi ke kalangan pelaku usaha dikerahkan lewat workshop dan business matching. Perwakilan dagang (Atase Perdagangan dan ITPC) di Italia telah mengundang para stakeholder kopi Italia, baik para importir, roasters, barristas, cafe owners, hingga penikmat kopi. Mereka dapat lebih mengenal dan langsung menjalin kerja sama bisnis dengan eksportir kopi Indonesia.

“Puncaknya, untuk memperingati hari kopi internasional pertama, diadakan pembagian kopi Luwak sekaligus penggalangan dana. Dana yang dikumpulkan dari pengunjung dunia tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada para petani kopi di Indonesia,” kata Nus.

Puncaknya, 1 Oktober 2015, sebagai perayaan International Coffee Day, GAEKI bersama Paviliun Indonesia mengikuti parade negara-negara penghasil kopi yang ada di Expo diikuti dengan Global Coffee Forum. Para penikmat kopi yang hadir di Paviliun Indonesia sangat menyukai kopi Indonesia karena aromanya yang khas dan wangi.

Paviliun Indonesia semakin diminati oleh pengunjung World Expo Milan 2015 setelah sebelumnya mencuri perhatian baik pengunjung, media, mau pun partisipan di World Expo Milan 2015 dengan perayaan 17 Agustus yang diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan pemecahan dua rekor dunia sekaligus, yaitu Guinness World Records dan MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) atas Tumpeng tertinggi dan terbesar.

Tidak disangka, pengunjung teramai Paviliun bisa mencapai angka 45,150 orang dalam satu hari. Bahkan, 28 September 2015 lalu, Paviliun Indonesia telah meraih pengunjung ke dua jutanya. “Kesuksesan Indonesia di WEM 2015 tak lepas dari kerja sama dan dukungan seluruh pihak. Citra baik Indonesia di mata dunia pada akhirnya akan menjadi kado manis bagi 70 tahun berdirinya negeri ini,” kata Nus.

Berita Terkait