Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menu Sehat? Bedakan Minyak untuk Memasak dan 'Dressing'

Rabu, 27 Februari 2013, 17:04 WIB
Komentar : 0
yummyandscrummy.com
Gunakan minyak dengan titik didih tinggi untuk memasak.

REPUBLIKA.CO.ID, Saat koki selebriti Emeril Lagasse mencampur dan merendam bawang putih dalam minyak zaitun, ia tak hanya membuat minyak yang ramah dengan jantung (penuh dengan omega-9 dan lemak monosaturated), bahan yang jitu untuk me-saute sayuran Anda.

Koki Lagasse juga membuat makanan sehat kian menarik. Ini bukan berarti mendorong Anda menggunakan lebih banyak minyak, meski itu jenis minyak baik. (Ingat satu sendok makan minyak zaitun sudah memiliki 100 kalori). Intinya, Anda bisa menggunakan mereka untuk kesehatan maksimal dan kepuasan dalam menyantap makanan.

Pada dasarnya ada dua jenis minyak. Pertama, minyak yang bagus untuk memasak karena memiliki titik didih tinggi. Kedua tipe minyak yang harus digunakan untuk suhu hangat, merendam makanan dan saus salad, seperti minyak zaitun.

Mengapa pengetahuan ini penting? Menurut Real Age, minyak yang melewati titik didih tertingginya berpotensi mengeluarkan aroma beracun dan pecah menjadi senyawa yang --bila Anda tahu--tak bakal ingin Anda makan atau hirup.

Minyak-minyak berikut ini bisa tahan dalam temperatur tinggi untuk menumis, menggoreng dan mengoven.

Minyak Alpukat
Minyak Kacang
Minyak Kedelai
Minyak Canola
Minyak Safflower

Bila anda ingin memasak dengan minyak zaitun, pastikan Anda memilih minyak tipe ringan dan murni  yang memiliki titik didih lebih tinggi daripada sepupunya, ekstra minyak virgin. Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun tipe murni dan ringan untuk mengoven, memanggang, atau me-sauté sayuran.

Sementara, daftar beriktu adalah jenis-jenis minyak untuk makanan hangat, salad, atau untuk melumuri masakan.

Minyak zaitun ekstra virgin
Minyak wijen panggang
Semua minyak mentah
Minyak walnut
Minyak Hazelnut.

Semua minyak tadi memberi cita rasa unik yang khas masing-masing dan bisa dikombinasikan dengan perasan  jeruk lemon atau jeruk nipis atau cuka. Anda juga bisa membuat rendaman minyak beraroma dengan mencampurkan herbal, bumbu seperti kemangi, mint, daun ketumbar, thyme, jahe dan bahkan cabai merah.

Tak hanya minyak zaitun, minyak canola pun bisa anda coba. Bila Anda telah memiliki beberapa koleksi rendaman minyak beraroma, tuangkan secukupnya di hidangan Anda, saat memasak sayuran, memanggang ikan atau memasak nasi! Hmmm

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
7.730 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...