Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rendang dan Gado-gado 'Singgah' di Spanyol

Kamis, 12 Juli 2012, 07:09 WIB
Komentar : 0
www.rendangpadangenak.blogspot.com
Rendang
Rendang

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Berbagai jenis masakan Indonesia diantaranya rendang, sop buntut, gado-gado, iga bakar, sate, nasi goreng, es dawet, jajan pasar dan lainnya "singgah" dan dinikmati masyarakat Spanyol. 

Dua chef dari Indonesia Robertus Wisnu dari Melia Yogyakarta dan Koderko Prasetyo dari Melia Bali tidak saja menyajikan kuliner Indonesia tetapi juga mendekorasi ruangan restoran seperti di Indonesia.

Counsellor KBRI Madrid , Theodorus Satrio Nugroho, Kamis (12/7) mengatakan Pekan Gastronomi Indonesia digelar di Hotel Melia Princesa, Madrid dan di Hotel Melia Los Lebreros di Sevilla.

Sekitar 300 orang menikmati berbagai masakan dan minuman khas Indonesia, namun yang lebih penting adalah promosi melalui media massa di mana sekitar 50 media memberitakan gastronomi Indonesia baik di Madrid ataupun di Sevilla.

Dikatakannya KBRI Madrid bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Hotel Melia, selama dua minggu mengajak "lidah" orang Spanyol berkelana ke Indonesia.

Pekan gastronomi Indonesia ini merupakan kegiatan kedua kalinya diadakan sebelumnya pada bulan Januari juga dilaksanakan kegiatan sejenis.

Menurut Dubes Adiyatwidi Adiwoso A, promosi gastronomi Indonesia perlu dilakukan secara berkelanjutan karena makanan merupakan media yang efektif untuk menggambarkan suatu negara. Yang paling ideal adalah adanya restoran yang menyajikan masakan Indonesia, ujarnya. 

Saat ini terdapat beberapa restoran Indonesia di Barcelona, Alicante dan beberapa kota lainnya sayangnya di kota Madrid tidak ada, pernah ada namun tutup pada tahun 2008.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berkah Lebaran di Pemakaman
JAKARTA -- Berziarah di masa Lebaran sudah menajadi tradisi kebanyakan orang Indonesia. Seperti yang terjadi di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. Mendekati lebaran...