Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Yummy, Inilah Aneka Kuliner Betawi yang Lezat, Apa Sajakah?

Jumat, 22 Juni 2012, 08:08 WIB
Komentar : 1
Resto Satoo Hotel Shangri-la
Aneka kuliner betawi

REPUBLIKA.CO.ID, Kuliner Betawi merupakan perpaduan dari masuknya orang Arab, Cina, dan Belanda ke Jakarta. Jakarta memang melting pot, tempat pendatang menjejakkan kakinya ketika ingin masuk Indonesia.
Soto mi dengan lumpia yang khas Cina, nasi kebuli yang rempah-rempahnya lekat dengan masakan Arab, hanya sebagian dari pengaruh budaya asing di makanan Betawi. Namun bila dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa, kuliner Betawi sebenarnya tidak terlalu berbeda.

Firdaus Rhapsodi, restaurant chef SATOO di Hotel Shangri-La Jakarta, mengatakan banyak menu yang ada di makanan Betawi bisa ditemukan di masakan Sunda atau Jawa Tengah.
‘’Masakan Betawi tidak menunjukkan kalau harus manis atau asin,’’ kata Firdaus. Beda, misalnya, dengan masakan Jawa Tengah yang kentara rasa manisnya. Masakan Betawi lebih kuat di unsur rempah-rempah. Penggunaan garam atau gula dibatasi sebagai pelengkap rasa, bukan penguat rasa.

Semur lidah tomat, ikan gabus bumbu kuning, udang masak sambal, pecel lele, gulai kambing, cumi belimbing wuluh, hanya sebagian dari ragam kuliner Betawi. Sepanjang Juni restoran bergaya prasmanan ini memang menyajikan hidangan khas Betawi. 

Ikan gabus bumbu kuningnya harus dicoba. Masakan yang satu ini sangat khas Betawi. Kalau tidak dimasak bumbu kuning, biasanya ikan gabus dimasak dengan pucung atau nama Betawi bagi keluwek.
Semur lidah tomat khas Betawi juga tidak sama dengan semur dari dapur Jawa. Rasa manis di semur ini tak terlalu tajam. Tomat yang segar masih bisa dirasakan dalam hidangan ini. Coba santap dengan nasi putih panas dan kerupuk udang.
Nah, saat ulang tahun Jakarta tak ada salahnya mencicipi makanan Betawi. Hitung-hitung turut melestarikan budaya Betawi.

Reporter : indira rezkisari
Redaktur : Endah Hapsari
2.952 reads
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda