Friday, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 February 2018

Friday, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 February 2018

Supaya Kualitas Tidur Tetap Terjaga

Rabu 10 January 2018 08:05 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Yudha Manggala P Putra

Remaja Laki laki tidur dengan menggunakan jam beker (ilustrasi).

Remaja Laki laki tidur dengan menggunakan jam beker (ilustrasi).

Foto: Republika/Musiron

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menjaga kualitas tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Kualitas tidur pun bisa ditentukan dengan menjaga rutinitas waktu tidur.

Namun, ada sejumlah faktor yang membuat orang tidak bisa menjaga rutinitas waktu tidurnya. Mulai dari paparan sinar dari perangkat elektonik, hingga kebiasaan mengkonsumsi kafein.

Seperti dilansir The Independent, Selasa (9/1), sebanyak 33 persen dari total penduduk Inggris mengalami gangguan pada saat tidur, termasuk kesulitan untuk bisa tidur pada malam hari. Menurut ahli perilaku dari Australia, Dr Carmel Harrington, rutinitas tidur bisa dijaga apabila seseorang juga memperhatikan waktu bangunnya.

''Banyak orang tidak tahu, waktu Anda bangun di pagi hari sebenarnya mempengaruhi waktu Anda untuk bisa tidur di malam hari. Saat Anda melihat cahaya pada pagi hari, otak akan menghentikan produksi melatonin. Ini juga menjadi tanda buat tubuh untuk menetapkan jam biologis selama 24 jam,'' tutur Carmel.

Intinya, demi bisa menjaga rutinitas waktu tidur dan kualitas tidur, orang harus konsisten, baik dalam waktu bangun maupun pada saat tidur. Konsistensi ini akan membuat tubuh terbiasa untuk menjaga siklus, dari bangun hingga akhirnya tidur. Kendati begitu, masih ada kebiasaan lain yang harus bisa dihindari untuk menjaga kualitas tidur.

Termasuk kebiasaan menggunakan smartphone atau menonton televisi sebelum tidur. Berdasarkan hasil penelitian dari National Sleep Foundation, cahaya yang dipancarkan dari layar monitor justru membuat seseorang sulit untuk tertidur. ''Hal ini karena ada gelombang pendek yang berasal dari cahaya biru dari perangkat tersebut. Karena itu, orang akan sulit untuk cepat tertidur atau bahkan tetap tertidur,'' tulis hasil penelitian tersebut.

Hasil penelitian ini pun diperkuat dengan studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Universitas Harvard, Inggris. Hasil studi itu mengungkapkan, radiasi cahaya biru dari monitor perangkat elektronik, baik smartphone atau televisi, bisa menggeser waktu tidur seseorang hingga tiga jam lebih.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA