Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Alasan Perokok Wanita Lebih Berisiko Kesehatannya

Selasa 02 January 2018 09:20 WIB

Rep: Noer Q Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari

Asap rokok

Asap rokok

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wanita yang merokok sudah tak asing untuk zaman modern seperti ini. Industri tembakau memanfaatkan pembeli wanita dan mengharapkan pertumbuhan industri ini melalui mereka.

Merokok merupakan hal yang merugikan kesehatan bagi siapapun, baik wanita maupun laki-laki. Untuk itu, sebaiknya cantumkan pengurangan tembakau di resolusi Anda pada tahun baru ini.

Seperti yang dilansir dari Times of India, ini alasan mengapa wanita harus berhenti merokok.

.Peningkatan risiko kanker paru-paru

Seorang wanita yang merokok sebanyak pasangan laki-lakinya akan mengalami dua kali kemungkinan terkena kanker paru-paru. Halitu diungkapkan oleh sebuah penelitian berbasis di New York.

Alasan di balik ini adalah tubuh pria dan wanita memiliki reaksi yang berbeda terhadap karsinogen. Pria mungkin mengeluarkan zat tersebut lewat urin, sementara tubuh wanita mengubahnya menjadi zat karsinogenik.

Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Sebuah studi yang diterbitkan di Lancet mengatakan wanita yang merokok sebanyak rekan pria menghadapi risiko penyakit jantung koroner 25 persen lebih tinggi daripada pria. Selain itu, risiko penyakit jantung pada wanita meningkat setiap tahun lebih banyak daripada pria jika mereka terus merokok.

Memiliki pengaruh yang kuat terhadap arteri

Studi lain yang berbasis di Eropa menemukan jumlah paparan tembakau dalam dosis yang sama menyebabkan efek lima kali lebih buruk terhadap wanita dibanding pria.

Risiko kehamilan

Merokok dapat menyebabkan peningkatan risiko infertilitas dan masalah kehamilan pada wanita. Jika mereka merokok saat kehamilan, kemungkinan bayinya akan prematur atau meninggal dalam kandungan atau saat sudah dilahirkan.

Selain itu, merokok menyebabkan pengurangan jumlah ASI. Rokok juga berdampak negatif pada kesuburan pria, namun risikonya lebih banyak terjadi pada wanita karena ia melahirkan anak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA